news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Tak Lagi Hanya Soal Mengobati, Mengapa Healthy Aging dan Pain Management Jadi Fokus Baru Rumah Sakit?.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

Tak Lagi Hanya Soal Mengobati, Mengapa Healthy Aging dan Pain Management Jadi Fokus Baru Rumah Sakit?

Healthy Aging dan Pain Management semakin penting seiring bertambahnya usia harapan hidup dan meningkatnya masalah nyeri serta mobilitas. Simak alasannya.
Rabu, 7 Oktober 2026 - 02:34 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Bertambahnya usia harapan hidup membawa tantangan baru bagi dunia kesehatan. Hidup lebih lama tidak selalu berarti seseorang dapat menikmati masa tua dengan tubuh yang tetap aktif dan mandiri. 

Karena itu, perhatian dunia kesehatan perlahan bergeser dari sekadar mengobati penyakit menjadi bagaimana seseorang dapat mempertahankan kemampuan bergerak, beraktivitas, dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan kualitas hidup yang baik.

Perubahan tersebut semakin penting karena populasi dunia terus menua. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan pada 2030, satu dari enam orang di dunia akan berusia 60 tahun atau lebih. 

Jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas diperkirakan meningkat dari 1 miliar pada 2020 menjadi 1,4 miliar pada 2030 dan mencapai 2,1 miliar pada 2050. Kondisi ini membuat sistem kesehatan di berbagai negara perlu mempersiapkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga pencegahan dan pemeliharaan kemampuan fungsional seseorang.

Jepang menjadi salah satu contoh negara maju yang lebih dahulu menghadapi perubahan demografi tersebut. Pemerintah Jepang mengembangkan pendekatan yang menggabungkan pelayanan kesehatan lansia dengan upaya pencegahan agar masyarakat dapat mempertahankan kemandirian selama mungkin. 

Di sisi lain, persoalan nyeri dan gangguan mobilitas juga menjadi tantangan besar. WHO memperkirakan sekitar 1,71 miliar orang di dunia hidup dengan kondisi muskuloskeletal. Nyeri punggung bawah bahkan menjadi salah satu penyebab terbesar disabilitas secara global, dengan sekitar 619 juta orang mengalaminya pada 2020 dan jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 843 juta pada 2050.

Healthy Aging Bukan Sekadar Menambah Usia

Dalam dunia kesehatan modern, Healthy Aging tidak hanya berarti seseorang dapat mencapai usia lanjut tanpa penyakit. Konsep ini lebih luas, yakni bagaimana seseorang tetap memiliki kemampuan untuk menjalankan aktivitas yang bermakna dan mempertahankan kemandirian sepanjang hidupnya.

WHO mendefinisikan healthy ageing sebagai proses mengembangkan dan mempertahankan kemampuan fungsional yang memungkinkan seseorang tetap memiliki kesejahteraan pada usia lanjut. Karena itu, pencegahan, aktivitas fisik, nutrisi, kesehatan mental, pemeriksaan berkala, dan pengelolaan faktor risiko menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan seiring bertambahnya usia.

Jepang menjadi salah satu contoh bagaimana pendekatan tersebut mulai diterapkan dalam sistem kesehatan. Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang atau MHLW mendorong integrasi layanan kesehatan lansia dengan upaya pencegahan kebutuhan perawatan jangka panjang. Pendekatan ini diarahkan untuk membantu masyarakat tetap hidup mandiri selama mungkin.

Kebutuhan tersebut juga semakin relevan di Indonesia. Perhatian terhadap kesehatan preventif membuat pemeriksaan kesehatan tidak lagi harus menunggu seseorang mengalami gangguan yang berat. Mengenali perubahan kondisi tubuh dan faktor risiko lebih awal dapat membantu menentukan langkah kesehatan yang sesuai.

Konsep tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan layanan Wellness dengan pendekatan Healthy Aging di RS Kemang Medical Care (KMC). Layanan tersebut mencakup kebutuhan kesehatan perempuan, perubahan kondisi tubuh pada usia matang, kebugaran, pencegahan, hingga pemeriksaan penunjang untuk membantu mengenali kondisi dan risiko kesehatan lebih awal.

Nyeri dan Masalah Mobilitas Tak Bisa Dianggap Sepele

Selain persoalan penuaan, masalah yang berkaitan dengan nyeri, saraf, tulang belakang, dan mobilitas juga dapat memberikan dampak besar terhadap kehidupan sehari-hari.

WHO menyebut kondisi muskuloskeletal sebagai salah satu penyumbang terbesar disabilitas di dunia. Nyeri punggung bawah menjadi salah satu masalah yang paling banyak menyebabkan keterbatasan aktivitas. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk bekerja, bergerak, menjalankan aktivitas keluarga, hingga berinteraksi secara sosial.

Penanganan nyeri juga tidak selalu sederhana. Pedoman dari National Institute for Health and Care Excellence (NICE) di Inggris merekomendasikan pendekatan yang mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien. Untuk beberapa kasus nyeri kronis, penanganan dapat mencakup aktivitas fisik, latihan, edukasi, pendekatan psikologis, hingga terapi lain sesuai kondisi pasien.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Pain Management tidak selalu identik dengan penggunaan obat. Nyeri yang berlangsung lama dapat membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh karena dampaknya tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas dan kualitas hidup.

Masalah pada otak, saraf, dan tulang belakang juga dapat berkaitan erat dengan mobilitas. Ketika seseorang mengalami gangguan pada bagian tersebut, aktivitas sehari-hari dan produktivitas dapat ikut terganggu.

Karena itu, layanan yang berkaitan dengan Brain and Spine serta Pain Management semakin mendapatkan perhatian dalam pengembangan pelayanan kesehatan modern.

Dari RSIA Menjadi RSU, KMC Perluas Layanan Lintas Usia

Perubahan kebutuhan tersebut menjadi salah satu konteks pengembangan layanan RS Kemang Medical Care. Pada 6 Oktober 2026, KMC resmi bertransformasi dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) menjadi Rumah Sakit Umum (RSU).

Transformasi tersebut diikuti pengembangan dua fokus layanan baru, yaitu Wellness dengan pendekatan Healthy Aging serta Brain and Spine dan Pain Management. Sebelumnya, KMC dikenal dengan pelayanan kesehatan perempuan, ibu, dan anak. 

Dengan perubahan menjadi RSU, cakupan pelayanan diperluas untuk memenuhi kebutuhan pasien dewasa hingga lanjut usia. Perkembangan layanan tersebut mengikuti perubahan kebutuhan pasien dan keluarga.

“Kebutuhan kesehatan seseorang terus berkembang seiring perjalanan hidupnya. Karena itu, pelayanan kesehatan juga perlu berkembang, bukan hanya hadir ketika pasien mengalami penyakit, tetapi membantu mereka menjaga kondisi tubuh dan kualitas hidup dalam jangka panjang. Melalui pengembangan layanan Healthy Aging serta Brain and Spine dan Pain Management, kami ingin memberikan pilihan pelayanan yang semakin relevan dengan kebutuhan pasien saat ini,” ujar Direktur RS Kemang Medical Care, dr. Feronika Hardanti, MARS..

Transformasi tersebut diarahkan agar pelayanan dapat mengikuti kebutuhan kesehatan seseorang pada berbagai tahap kehidupan.

“Setiap tahap kehidupan membawa kebutuhan kesehatan yang berbeda. Yang kami ingin bangun di RS Kemang Medical Care adalah pelayanan yang dapat mengikuti perjalanan tersebut. Tidak hanya ketika seseorang membutuhkan pengobatan, tetapi juga ketika mereka ingin menjaga kesehatan, mempertahankan mobilitas, dan tetap memiliki kualitas hidup yang baik. Transformasi dari RSIA menjadi RSU ini menjadi fondasi agar kami dapat hadir lebih lengkap bagi masyarakat di setiap usia,” ujar Direktur Utama PT Sarana Mediktama Kemang - RS Kemang Medical Care, Musjwirah Jusuf Kalla.

Pengembangan kedua layanan tersebut juga mencakup konsultasi, pemeriksaan, edukasi, dan tindak lanjut dengan dukungan tenaga medis spesialis. Dalam kegiatan pengenalan layanan pada 6 Oktober 2026, KMC memperkenalkan sejumlah area pelayanan yang berkaitan dengan Wellness, kesehatan perempuan dan usia matang, serta Brain and Spine dan Pain Management.

Pada akhirnya, perubahan KMC dari RSIA menjadi RSU tidak hanya berkaitan dengan bertambahnya jenis layanan. Pengembangan Healthy Aging serta Brain and Spine dan Pain Management menunjukkan bagaimana kebutuhan pelayanan kesehatan ikut berubah seiring bertambahnya usia harapan hidup dan meningkatnya perhatian terhadap kualitas hidup.

Tak Lagi Hanya Soal Mengobati, Mengapa Healthy Aging dan Pain Management Jadi Fokus Baru Rumah Sakit
Sumber :
  • ist

Dengan mengusung tema “One Journey. Every Stage: A Lifetime of Care”, KMC ingin menempatkan kesehatan sebagai sebuah perjalanan yang mencakup pencegahan, pemeliharaan kesehatan, mempertahankan mobilitas, hingga penanganan ketika masalah medis muncul.

Pendekatan tersebut sejalan dengan tantangan kesehatan global saat ini. Ketika masyarakat hidup lebih lama, ukuran kesehatan tidak lagi hanya dilihat dari seberapa panjang usia seseorang, tetapi juga seberapa baik seseorang dapat mempertahankan fungsi tubuh, tetap aktif, dan menjalani kehidupan secara mandiri di berbagai tahap usia. (udn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral