news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustasi Tangan Sering Kesemutan Saat Malam Hari? Kenali Bedanya Carpal Tunnel Syndrome dan Gangguan Saraf Leher.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

Tangan Sering Kesemutan Saat Malam Hari? Kenali Bedanya Carpal Tunnel Syndrome dan Gangguan Saraf Leher

Tangan sering kesemutan dan kebas saat malam hari jangan selalu dianggap salah posisi tidur. Kenali perbedaan Carpal Tunnel Syndrome dan gangguan saraf leher.
Rabu, 7 Oktober 2026 - 02:51 WIB
Reporter:
Editor :

Data dari Rochester, Minnesota, Amerika Serikat, memberikan gambaran mengenai radikulopati servikal. Studi berbasis populasi yang dilakukan melalui sistem pencatatan Mayo Clinic menemukan angka kejadian tahunan sekitar 83,2 kasus per 100.000 penduduk.

 Angkanya lebih tinggi pada laki-laki, yaitu 107,3 per 100.000, dibandingkan perempuan sebesar 63,5 per 100.000. Kelompok usia 50–54 tahun memiliki angka kejadian tertinggi dalam penelitian tersebut. ([PubMed][6])

Penelitian itu juga menemukan bahwa sebagian besar kasus berkaitan dengan spondilosis, masalah pada diskus, atau kombinasi keduanya. Temuan tersebut menunjukkan bahwa sumber kesemutan pada tangan tidak selalu berada di tangan itu sendiri.

Bagaimana Dokter Membedakan Sumber Kesemutan?

Lokasi kesemutan memang dapat menjadi petunjuk awal, tetapi belum cukup untuk memastikan diagnosis. Dokter biasanya melihat pola keluhan secara keseluruhan, termasuk bagian jari yang mengalami kebas, adanya nyeri menjalar, kekuatan otot, refleks, serta perubahan sensasi pada tangan dan lengan.

Dalam kondisi tertentu, pemeriksaan EMG/NCS dapat digunakan untuk mendapatkan informasi lebih detail.

“NCS membantu menilai bagaimana sinyal listrik berjalan melalui saraf, sedangkan EMG membantu mengevaluasi aktivitas listrik pada otot. Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi mengenai lokasi dan tingkat gangguan saraf,” jelas dr. Puspasari.

EMG/NCS dapat membantu melihat apakah gangguan lebih sesuai dengan tekanan saraf di pergelangan seperti CTS, gangguan saraf yang berasal dari leher, masalah saraf tepi lainnya, atau kombinasi beberapa kondisi.

Lalu bagaimana dengan MRI?

MRI dan EMG/NCS pada dasarnya memberikan informasi yang berbeda. MRI melihat struktur tubuh, termasuk tulang belakang, diskus, dan jaringan di sekitarnya. Sementara itu, EMG/NCS memberikan informasi mengenai fungsi saraf dan aktivitas otot.

Karena itu, menemukan perubahan pada MRI tidak otomatis berarti perubahan tersebut merupakan penyebab utama keluhan. Hasil pencitraan tetap perlu dikaitkan dengan gejala dan pemeriksaan fisik.

“Kalau sudah MRI, kenapa masih perlu EMG?” Karena keduanya melihat hal yang berbeda.

“Pada kondisi tertentu, pemeriksaan klinis, MRI, dan EMG/NCS dapat saling melengkapi. Tujuannya bukan hanya menemukan kelainan, tetapi memahami apakah kelainan tersebut sesuai dengan keluhan pasien,” tambah dr. Puspasari.

Berita Terkait

1 2
3
4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral