- tvOnenews.com/Wildan Mustofa
Efek Domino Bunuh Diri, Kenapa Satu Kasus Bisa Bayangi Kondisi Psikologis 30 Orang di Sekitarnya?
Jakarta, tvOnenews.com - Bunuh diri tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga korban, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis teman, rekan kerja, saksi, hingga lingkungan sosial korban.
Dampak peristiwa bunuh diri dapat muncul dalam bentuk kesedihan mendalam, rasa bersalah, kecemasan, maupun kesulitan menerima kenyataan.
Fenomena ini kerap digambarkan sebagai efek domino, yakni ketika satu peristiwa menimbulkan dampak emosional yang meluas kepada orang lain. Namun, tingkat pengaruhnya berbeda pada setiap individu dan tidak dapat disamaratakan.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pernah membahas besarnya efek domino tersebut. Dampaknya diperkirakan dapat dirasakan hingga 30 orang dari satu kasus kematian akibat bunuh diri. Hal itu disampaikan oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, dalam Temu Media Peringatan Hari Pencegahan Bunuh Diri di Jakarta pada Rabu, 9 September 2026.
"Kalau saya pernah membaca, satu kasus kematian bisa terdampak atau berdampak pada sekitar 30 orang (di sekitar)," ujar Imran dikutip tvOnenews.com, Sabtu (10/10/2026).
Mengenal Efek Domino Bunuh Diri
Dilansir dari WHO dalam artikel bertajuk "Preventing Suicide: How to Start a Suicide Bereavement Support Group" pada 2025, dalam kajian kesehatan mental, pengalaman kehilangan seseorang akibat bunuh diri dikenal sebagai suicide bereavement.
Orang yang ditinggalkan dapat menghadapi proses berduka yang kompleks, termasuk munculnya pertanyaan yang belum terjawab dan perasaan kehilangan yang mendalam.
Selain itu, terdapat istilah suicide contagion, yaitu kondisi ketika paparan terhadap perilaku bunuh diri berkaitan dengan meningkatnya risiko serupa pada sebagian orang yang rentan. Namun, paparan tersebut tidak secara otomatis membuat seseorang melakukan bunuh diri.
Kenapa Orang di Sekitar Korban Bunuh Diri Ikut Terdampak?
Imran berpendapat bahwa orang-orang yang berpotensi mengalami tekanan psikologis bukan hanya anggota keluarga, melainkan juga teman, saksi mata, hingga pihak yang berusaha memberikan pertolongan.
Menurut dia, pengalaman menyaksikan kejadian traumatis atau melihat kondisi korban secara langsung dapat meninggalkan bekas emosional yang mendalam.
"Akan sangat berdampak 30 orang sekitarnya. Keluarga juga berpikir kenapa anaknya sampai ingin bunuh diri, atau temannya merasa bersalah karena tidak mengetahui permasalahan orang sekitarnya yang ingin mencoba bunuh diri," terangnya.
Mengacu dari laman CDC, beberapa faktor yang dapat memengaruhi kondisi psikologis orang-orang di sekitar korban adalah sebagai berikut:
-
Kedekatan emosional. Keluarga dan sahabat mungkin mengalami kesedihan mendalam karena kehilangan seseorang yang memiliki peran penting dalam kehidupan mereka.
-
Paparan langsung terhadap peristiwa. Pengalaman tersebut dapat memicu tekanan emosional. Saksi atau orang yang menemukan korban mungkin membutuhkan pendampingan untuk menghadapi pengalaman yang mengguncang.
-
Perasaan bersalah dan paparan informasi. Sebagian orang dapat menyalahkan diri sendiri karena merasa gagal mengenali kesulitan yang dialami korban. Pemberitaan berulang dan unggahan media sosial juga berpotensi memperberat tekanan bagi individu yang rentan.
Tanda-Tanda Tekanan Psikologis yang Perlu Diperhatikan
Dampak emosional setelah kehilangan dapat terlihat dari sejumlah tanda, di antaranya gangguan tidur, kecemasan, kesulitan berkonsentrasi, menarik diri dari pergaulan, hingga perasaan bersalah yang terus berulang. Sebagian orang juga membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali menjalani rutinitas sehari-hari.
Meski begitu, tanda-tanda tersebut tidak cukup untuk menetapkan diagnosis gangguan mental. Perhatian lebih lanjut diperlukan apabila tekanan berlangsung lama, semakin berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari.
Cara Mendukung Orang yang Terdampak secara Psikologis
Dukungan dapat dimulai dengan mendengarkan tanpa menghakimi, memberikan ruang untuk berduka, serta menghindari komentar yang menyalahkan korban maupun orang-orang terdekatnya.
Keluarga dan teman juga dapat mendorong individu yang kesulitan menghadapi kehilangan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.
Pemberitaan mengenai bunuh diri sebaiknya tidak mengeksploitasi tragedi, menampilkan detail sensitif, atau menggambarkan tindakan tersebut sebagai solusi atas masalah.
(hap)