news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Hari Kesehatan Mental Sedunia 5 Manfaat Musik bagi Kesehatan Mental, dari Mengenali Emosi hingga Mengelola Stres.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

Hari Kesehatan Mental Sedunia: 5 Manfaat Musik bagi Kesehatan Mental, dari Mengenali Emosi hingga Mengelola Stres

Musik dapat membantu mengenali emosi, mengurangi tekanan, dan membuat seseorang merasa tidak sendirian. Simak lima perannya bagi kesehatan mental menurut psikolog.
Minggu, 11 Oktober 2026 - 02:44 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Ada kalanya seseorang sulit menjelaskan apa yang sedang dirasakannya. Kesedihan, kecemasan, kehilangan, atau perasaan campur aduk bisa hadir tanpa mudah diterjemahkan menjadi kata-kata. Dalam situasi seperti itu, sebuah lagu terkadang terasa mampu menyampaikan sesuatu yang tidak sanggup diungkapkan sendiri.

Musik juga dapat menghadirkan perasaan bahwa seseorang tidak sepenuhnya sendirian. Ketika lirik atau melodi terasa dekat dengan pengalaman pribadi, pendengar mungkin menemukan gambaran tentang apa yang sedang mereka alami. 

Musik pun menjadi lebih dari sekadar hiburan: ia dapat menjadi ruang untuk mengenali perasaan, menyalurkan emosi, dan mulai memahami pengalaman diri.

Namun, musik bukan solusi untuk semua persoalan psikologis. Mendengarkan lagu dapat membantu seseorang menghadapi momen yang berat, tetapi masalah yang mendasarinya mungkin tetap membutuhkan perhatian. 

Karena itu, momentum Hari Kesehatan Mental Sedunia setiap 10 Oktober menjadi kesempatan untuk membicarakan peran musik sekaligus pentingnya dukungan yang tepat bagi orang yang sedang mengalami kesulitan emosional.

Musik Membantu Mengenali dan Mengekspresikan Emosi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), melalui materi Arts and Health, menjelaskan bahwa aktivitas seni dapat membantu seseorang memahami dan mengomunikasikan emosi, memproses pengalaman sulit, serta mendukung kesejahteraan secara keseluruhan. 

Pada 2026, WHO mengangkat tema Hari Kesehatan Mental Sedunia, “Lived experiences heard: real voices, real change”, yang menekankan pentingnya mendengarkan pengalaman nyata orang-orang yang hidup dengan kondisi kesehatan mental.

Peran musik dalam memahami perasaan juga dibahas dalam penelitian Thomas Schäfer dan rekan-rekannya dari Chemnitz University of Technology, Jerman, berjudul The Psychological Functions of Music Listening (2013). Penelitian tersebut menguraikan sejumlah fungsi psikologis mendengarkan musik, termasuk mengatur suasana hati, memahami diri sendiri, dan membangun keterhubungan dengan orang lain.

Psikolog Klinis Dewasa Larasati Margaretha Soetrisno, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa musik dapat membantu seseorang menemukan gambaran dari emosi yang sulit diungkapkan.

“Tidak semua orang bisa mengenali dan menjelaskan emosinya, sehingga ketika mendengar lagu tertentu, lirik, nada, atau instrumennya dapat merepresentasikan apa yang sedang dirasakan. Musik membantu seseorang menemukan bentuk dari perasaan yang sebelumnya sulit dijelaskan,” katanya.

Selain membantu mengenali emosi, musik juga bisa menjadi sarana untuk mengekspresikannya. Mendengarkan lagu dapat membuat seseorang merasa terwakili, sedangkan bernyanyi, memainkan alat musik, atau menulis lagu memberikan ruang untuk menyalurkan perasaan secara aktif.

Kajian Peters dan rekan-rekannya pada 2024, The Impact of Musicking on Emotion Regulation: A Systematic Review and Meta-analysis, yang diterbitkan dalam jurnal Psychology of Music, turut membahas hubungan aktivitas bermusik dengan regulasi emosi. Meski demikian, dampaknya dapat berbeda pada setiap orang dan bergantung pada situasi serta cara musik digunakan.

Larasati menjelaskan, “Mendengarkan musik dapat membantu seseorang merasa terwakili atau merasa bahwa ada sesuatu yang merepresentasikan perasaannya. Sementara bernyanyi, memainkan musik, atau menulis lagu bisa menjadi bentuk mengekspresikan emosi dan melepaskan stres.”

Merasa Dipahami dan Menghadapi Tekanan melalui Musik

Pernah mendengar lagu yang seolah menceritakan pengalaman sendiri? Kedekatan semacam itu dapat membuat pendengar merasa lebih dipahami. Musik menghadirkan pengalaman emosional yang bisa dirasakan secara pribadi, tetapi juga dibagikan dengan orang lain.

Menurut Larasati, musik dapat menjadi alternatif ketika seseorang merasa tidak memiliki ruang untuk bercerita.

“Ketika pada suatu situasi tidak ada orang yang bisa mendengarkan atau memahami kita, musik dapat menjadi salah satu alternatif yang membuat seseorang merasa tidak sendirian,” ujarnya.

Musik juga dapat menjadi bagian dari coping strategy, yakni cara seseorang menghadapi tekanan atau situasi yang terasa berat. Mendengarkan lagu yang menenangkan, misalnya, dapat membantu seseorang mengambil jeda ketika menghadapi hari yang melelahkan. 

Bagi orang lain, bernyanyi atau memainkan alat musik mungkin menjadi cara untuk menyalurkan ketegangan.

Meski begitu, musik tidak selalu menghasilkan efek yang sama. Lagu tertentu bisa memberikan ketenangan bagi seseorang, tetapi justru mengingatkan orang lain pada pengalaman yang menyakitkan. Karena itu, penting untuk memperhatikan respons diri sendiri dan memilih aktivitas yang benar-benar membantu.

Larasati mengingatkan bahwa fungsi musik sebagai strategi menghadapi tekanan memiliki batas.

“Musik dapat menjadi bagian dari coping, tetapi sifatnya sementara. Musik bisa membantu kita bertahan pada saat itu, tetapi masalah yang mendasarinya belum tentu selesai. Jika memang membutuhkan bantuan profesional, tetap penting untuk mencarinya.”

Dengan kata lain, musik dapat menjadi salah satu cara menjaga diri, tetapi tidak semestinya digunakan untuk terus menghindari persoalan yang perlu diselesaikan.

Kapan Musik Tidak Cukup dan Bantuan Profesional Dibutuhkan?

Seseorang perlu memperhatikan ketika tekanan emosional terasa berat atau berkepanjangan, ketika aktivitas sehari-hari mulai terganggu, atau ketika muncul risiko terhadap keselamatan diri maupun orang lain. 

Dalam situasi seperti ini, dukungan psikolog atau tenaga kesehatan mental dapat membantu menentukan langkah yang sesuai.

Secara umum, tekanan yang sulit dikelola, perubahan perilaku yang mengkhawatirkan, terganggunya fungsi sehari-hari, atau risiko bahaya merupakan alasan untuk mencari bantuan. Jika terdapat ancaman langsung terhadap keselamatan, pertolongan darurat perlu segera dicari.

“Rasa malu, takut, atau ragu untuk datang ke psikolog itu wajar. Namun, jangan sampai hal tersebut menghalangi seseorang mendapatkan bantuan yang memang dibutuhkan. Mengenali bahwa kita membutuhkan dukungan merupakan bagian dari upaya menjaga diri,” tutup Larasati.

Hari Kesehatan Mental Sedunia 5 Manfaat Musik bagi Kesehatan Mental, dari Mengenali Emosi hingga Mengelola Stres
Sumber :
  • Instagram

Peran musik dalam memahami emosi juga tercermin dalam karya sejumlah musisi. Lagu “Ghost Town” dari album ye (2018) karya YE, yang sebelumnya dikenal sebagai Kanye West, mengangkat tema pergulatan emosional, kerentanan, dan keinginan untuk menemukan kebebasan. 

Sementara “Reborn”, kolaborasinya dengan Kid Cudi dalam album KIDS SEE GHOSTS (2018), membawa tema menghadapi masa sulit dan menemukan kembali harapan.

Kedua lagu tersebut dapat menjadi contoh bagaimana musik membuka ruang untuk merefleksikan pengalaman emosional. Karya seni tidak menggantikan pendampingan psikologis, tetapi bisa menjadi titik awal untuk memahami perasaan dan memulai percakapan yang selama ini sulit dilakukan.

Manfaat musik bagi kesehatan mental bukan berarti setiap masalah dapat diselesaikan lewat lagu. Musik dapat membantu seseorang mengenali emosi, mengekspresikan perasaan, dan merasa tidak sendirian. 

Ketika tekanan terus berlanjut atau mulai mengganggu kehidupan, mencari bantuan profesional merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan mental. (udn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral