news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi petugas medis buang hama tikus.
Sumber :
  • Gemini AI

Apa itu Pes? Penyakit Wabah yang Dikaitkan dengan Kematian Misterius Peneliti Rusia di Laboratorium Siberia

Kematian Darya Shipilova (28), peneliti di laboratorium pusat penelitian pes di Siberia, Rusia pada 2 Oktober 2026, diduga akibat terpapar wabah penyakit pes.
Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:34 WIB
Reporter:
Editor :

Secara ilmiah, bakteri penyebab pes berhasil diidentifikasi oleh Alexandre Yersin pada 1894, ketika wabah penyakit tersebut melanda Hong Kong. Penemuan ini menjadi tonggak penting dalam pemahaman mengenai penyebab penyakit pes.

Bagaimana Penyakit Pes Menular?

Penularan penyakit pes kepada manusia paling sering terjadi melalui gigitan kutu yang terinfeksi bakteri Yersinia pestis. Risiko penularan juga dapat muncul ketika seseorang bersentuhan langsung dengan jaringan atau cairan tubuh hewan yang terinfeksi.

Selain itu, pes pneumonik, yaitu bentuk penyakit pes yang menyerang paru-paru, dapat menular antarmanusia melalui partikel pernapasan saat terjadi kontak dekat dengan penderita. Jenis pes ini perlu diwaspadai karena dapat berkembang dengan cepat dan berakibat fatal apabila tidak segera ditangani.

Gejala Penyakit Pes yang Perlu Diketahui

Penyakit pes secara umum dibedakan menjadi tiga jenis, yakni bubonic plague, pneumonic plague, dan septicemic plague. Ketiganya memiliki karakteristik gejala yang berbeda sesuai dengan bagian tubuh yang terdampak.

Gejala umum penyakit pes dapat berupa demam mendadak, menggigil, sakit kepala, nyeri tubuh, serta tubuh terasa lemah. Pada pes bubonik, salah satu tanda khasnya adalah pembengkakan kelenjar getah bening yang disertai rasa nyeri.

Sementara itu, pes septikemik terjadi ketika bakteri menyebar melalui aliran darah dan dapat menyebabkan komplikasi serius. Adapun pes pneumonik menyerang paru-paru dengan gejala yang dapat meliputi batuk, gangguan pernapasan, serta dahak berdarah.

Apakah Penyakit Pes Bisa Disembuhkan?

Penyakit pes dapat diobati menggunakan antibiotik. Namun, diagnosis dan penanganan sedini mungkin sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan, terutama pada pes pneumonik yang dapat memburuk dalam waktu singkat.

Seseorang yang mengalami gejala mencurigakan setelah kemungkinan terpapar sumber infeksi perlu segera mencari pertolongan medis. Penanganan yang cepat juga penting untuk mengurangi risiko komplikasi dan mencegah penularan lebih lanjut.

Reaksi Wamenkes RI soal Peneliti Rusia Meninggal yang Dikaitkan dengan Wabah Pes

Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, turut menanggapi kabar mengenai kematian seorang pekerja laboratorium di Siberia, Rusia, yang dikaitkan dengan dugaan paparan bakteri penyebab penyakit pes.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral