- ANTARA/Pamela Sakina
BYD Siapkan Teknologi Terbaru: Megawatt Flash Charging 2.0 Diklaim Isi 400 Km Cuma 5 Menit Jelang Mudik Lebaran 2026
tvOnenews.com - Jelang mudik lebaran 2026, BYD berencana siapkan teknologi terbaru Megawatt Flash Charging 2.0. Simak kelebihannya berikut ini.
Bayangkan perjalanan mudik Lebaran 2026 tanpa cemas antre lama di SPKLU. Saat arus kendaraan listrik diprediksi meningkat, kecepatan pengisian daya menjadi faktor krusial.
Di momen inilah BYD bersiap memperkenalkan lompatan teknologi melalui sistem Megawatt Flash Charging 2.0.
Teknologi ini disebut mampu mengisi daya hingga setara 400 kilometer hanya dalam lima menit. Jika klaim tersebut terealisasi, waktu pengisian kendaraan listrik akan semakin mendekati durasi isi bahan bakar mobil konvensional.
Untuk kebutuhan perjalanan jarak jauh seperti mudik, inovasi ini berpotensi memangkas kekhawatiran soal jarak tempuh dan lamanya waktu tunggu.
Melansir dari ANTARA, peluncuran teknologi terbaru BYD dijadwalkan pada 5 Maret 2026.
Selain sistem pengisian ultra-cepat, perusahaan otomotif asal Tiongkok itu juga diperkirakan memperkenalkan Blade Battery generasi kedua, sistem hybrid DM 6.0, hingga pembaruan teknologi bantuan pengemudi God’s Eye 5.0.
Megawatt Flash Charging 2.0: Lebih Cepat 50 Persen
Dilaporkan Carnewschina pada Jumat waktu setempat, sistem pengisian generasi baru ini hadir dengan desain berbentuk huruf “T”. Dua kabel pengisian digantung pada rel geser untuk memberikan fleksibilitas saat digunakan.
Spesifikasi pada pelat nama menunjukkan tegangan maksimum 1.000 volt dan arus hingga 1.500 ampere, dengan daya puncak 1.500 kilowatt.
Jika mendukung konfigurasi dual-gun atau dua kabel sekaligus, total output stasiun pengisian bahkan bisa melampaui 2.000 kilowatt.
Teknologi ini merupakan pengembangan dari sistem 1.000 kW yang diperkenalkan pada Maret 2025. Peningkatan performanya diklaim mencapai sekitar 50 persen dibanding generasi sebelumnya.
Sistem tersebut diperkirakan tetap mampu mempertahankan output puncak sekitar 1.360 kW, memungkinkan pengisian ultra-cepat dengan konsep “1 detik untuk 2 kilometer”.
Artinya, tambahan jarak tempuh 400 kilometer dapat diperoleh hanya dalam lima menit. Untuk pengguna yang hendak menempuh perjalanan antarkota saat Lebaran, angka ini jelas revolusioner.
Waktu istirahat singkat di rest area bisa cukup untuk kembali melaju ratusan kilometer.
Blade Battery 2.0: Lebih Padat, Lebih Tahan Lama
Ajang tersebut diperkirakan menjadi panggung debut Blade Battery generasi kedua. Baterai ini disebut memiliki kepadatan energi antara 190 hingga 210 Wh/kg, naik signifikan dari generasi pertama yang berada di kisaran 140 hingga 150 Wh/kg.
Varian short-blade diprediksi mencapai 160 Wh/kg dengan kemampuan discharge 16C dan charge 8C.
Sementara format long-blade dikabarkan mampu menembus 210 Wh/kg dengan discharge 8C dan charge 3C. BYD juga menargetkan efisiensi biaya hingga 15 persen untuk versi long-blade.
Blade Battery 2.0 dirancang memiliki lebih dari 3.000 siklus pengisian, setara umur kendaraan sekitar 1,2 juta kilometer.
Beberapa model premium yang mengusung baterai ini diperkirakan mampu menempuh jarak hingga 1.000 kilometer berdasarkan standar CLTC.
Dengan kombinasi pengisian super cepat dan daya tahan tinggi, kekhawatiran soal degradasi baterai maupun jarak tempuh saat perjalanan panjang bisa semakin berkurang.
DM 6.0 dan God’s Eye 5.0: Efisien dan Cerdas
Selain lini kendaraan listrik murni, BYD juga disebut akan memperkenalkan sistem hybrid terbaru DM 6.0.
Berdasarkan laporan industri, teknologi ini mampu mencatat konsumsi bahan bakar 2,9 liter per 100 kilometer dengan jangkauan gabungan hampir 2.000 kilometer ketika tangki dan baterai terisi penuh.
Meski demikian, spesifikasi resmi masih menunggu konfirmasi dari BYD. Di sektor keselamatan dan otomasi, God’s Eye 5.0 turut diantisipasi hadir.
Sistem ini mengusung pembelajaran penguatan (reinforcement learning) dan kendali end-to-end tertutup (closed-loop) untuk meningkatkan akurasi serta keamanan berkendara.
Hingga akhir 2025, lebih dari 2,3 juta kendaraan telah menggunakan sistem God’s Eye, menghasilkan lebih dari 160 juta kilometer data mengemudi setiap hari.
Basis data masif ini menjadi fondasi pengembangan algoritma yang lebih presisi. Di sisi lain, lini produksi model BYD Song Ultra dilaporkan telah berjalan penuh menjelang peluncuran pasar pada Maret.
Model ini menggunakan sasis baru berbasis e-platform BYD dengan wheelbase 2.840 mm, 20 mm lebih panjang dibanding versi tujuh penumpang Tang.
Bocoran di media sosial juga menampilkan kendaraan uji dengan emblem khusus “flash charging”, menegaskan fokus BYD pada integrasi pengisian ultra-cepat di model mendatang.
Jika seluruh inovasi tersebut meluncur sesuai rencana, 5 Maret 2026 berpotensi menjadi titik penting dalam percepatan adopsi kendaraan listrik global.
Terlebih menjelang mudik Lebaran 2026, kecepatan pengisian yang mendekati waktu isi BBM konvensional bisa menjadi jawaban atas keraguan terbesar calon pengguna EV: lama waktu charging. (udn)