- Antara
Hyundai Batalkan Ioniq 3 di Australia Gegara Biaya Impor, Bagaimana Nasibnya di Indonesia?
Jakarta, tvOnenews.com - Hyundai mengambil keputusan mengejutkan dengan membatalkan rencana penjualan mobil listrik Ioniq 3 di Australia setelah menghitung tingginya biaya impor dari Turki.
Keputusan tersebut menarik perhatian karena sebelumnya Ioniq 3 diproyeksikan menjadi penantang MG 4 dan BYD Dolphin di segmen mobil listrik kompak.
Rencana peluncuran Ioniq 3 di Australia sejatinya sudah diumumkan untuk awal 2027, tetapi Hyundai Australia kini menghapus halaman penyampaian minat terhadap mobil tersebut dari situs resminya.
Juru bicara Hyundai Australia menyebut persoalan utama berada pada kalkulasi bisnis yang dinilai sulit diwujudkan di tengah persaingan harga mobil listrik yang sangat ketat.
"Biaya impornya tinggi, dan mobil ini akan bersaing di segmen yang sangat sensitif terhadap harga. Angkanya tidak masuk akal bagi kami mengingat ketatnya persaingan," katanya dikutip dari Antara.
Kondisi tersebut membuat harga Ioniq 3 berpotensi sulit bersaing dengan MG 4 Urban maupun BYD Dolphin yang sudah menawarkan banderol lebih rendah di Australia.
Di sisi lain, nasib Ioniq 3 di Indonesia masih belum ditutup oleh Hyundai. Model tersebut telah diperkenalkan dalam ajang GIIAS 2026 dan Hyundai masih melakukan studi terkait kemungkinan membawanya ke pasar Tanah Air.
Situasi Australia menjadi perhatian karena Ioniq 3 diproduksi di Turki, sehingga biaya logistik dan impor menjadi salah satu pertimbangan utama.
Jika Hyundai ingin menjualnya di Indonesia, strategi harga dan kemungkinan produksi atau perakitan lokal dapat menjadi faktor penting agar mobil listrik tersebut mampu bersaing.
Ioniq 3 sendiri diposisikan sebagai hatchback listrik berukuran kompak yang menyasar konsumen perkotaan.
Kehadiran mobil ini berpotensi memperkuat lini kendaraan listrik Hyundai di Indonesia jika perusahaan mampu menawarkan harga kompetitif di tengah semakin banyaknya pilihan EV asal China.