- Freepik
Check-in Hotel saat Hari Raya Nyepi di Bali Sebenarnya Boleh atau Tidak? Simak Aturannya di Sini!
Maka dari itu, wisatawan diimbau segera mempersiapkan uang tunai sebelum peringatan Nyepi. Tujuan ini tentu sebagai antisipasi memenuhi kebutuhan selama 24 jam.
6. Pembatasan Aktivitas Kuliner
Bali dikenal sebagai gudang kuliner, mulai dari restoran, warung makan hingga pusat perbelanjaan atau oleh-oleh. Saat Nyepi, berbagai elemen ini tidak boleh beroperasi.
Namun bagi wisatawan yang menetap atau menginap di hotel, pihak pengelola biasanya tetap menyediakan layanan makanan hingga minuman secara terbatas.
7. Dilarang Check-in dan Check-out Hotel
Di momen Nyepi, banyak hotel tersebar di Bali memiliki kebijakan secara khusus. Pihak pengelola menghentikan transaksi berbasis layanan selama peringatan Nyepi.
Dalam hal ini, wisatawan tidak bisa masuk dan keluar dari penginapan. Tujuan membentuk kebijakan khusus ini untuk tanda penghormatan empat pantangan yang biasa disebut Catur Brata Penyepian.
8. Penghentian Aktivitas Bekerja
Berbagai kegiatan yang menyangkut pada pekerjaan sehari-hari benar-benar dihentikan secara sementara, baik di bidang ekonomi, perdagangan, hingga pekerja kantoran.
9. Pembatasan Akses Internet dan Siaran
Pemprov Bali menetapkan aturan mengenai penghentian layanan internat seluler, televisi hingga radio Bali. Kebijakan ini telah terjadi selama peringatan Nyepi dalam beberapa tahun terakhir.
Tujuan adanya kebijakan ini tentu demi menciptakan atau menjaga suasana tetap hening. Setidaknya masyarakat hingga warga lokal mengurangi aktivitas melalui sistem digital.
10. Patroli Adat
Pemprov Bali menugaskan petugas keamanan adat. Biasanya penyebutan populer untuk petugas ini yakni Pecalang. Mereka akan berpatroli di berbagai wilayah desa adat untuk memastikan suasana benar-benar hening.
Melalui beberapa poin tersebut, masyarakat hingga wisatawan dilarang melakukan proses masuk dan keluar menginap dari hotel.
Dengan adanya kebijakan ini, wisatawan disarankan telah memesan penginapan selama dua hari sebelum memasuki Nyepi.
Sanksi Melanggar Aturan saat Hari Raya Nyepi
Masyarakat adat tentu mempunyai tugas menjaga ketat dalam urusan pelaksanaan aturan Nyepi. Jika melanggar, setidaknya ada beberapa sanksi yang harus dilaksanakan, di antaranya:
- Pelanggar aturan akan diamankan pecalang hingga dibawa ke pos keamanan adat sampai peringatan Nyepi berakhir.
- Pelanggar diminta melakukan kegiatan atau kerja sosial biasa disebut ngayah. Mereka wajib membersihkan area pura hingga lingkungan desa.
- Pelanggar mendapat denda berupa uang. Denda yang dikenakan sangat bervariasi. Namun pada umumnya mencapai sekitar Rp100 ribu.
- Pelanggar mendapat sanksi moral berupa teguran sosial dari masyarakat akibat melanggar tradisi Nyepi di Bali.
- Setiap desa adat mempunyai aturan masing-masing. Biasanya pelanggar akan mendapat sanksi adat berupa melaksanakan upacara adat.
- Pelanggar menciptakan konflik besar hingga mengganggu ketertiban secara serius akan berurusan dengan hukum yang berlaku dan diserahkan kepada aparat Kepolisian.