news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Prosesi kaul negeri dan abda'u di Maluku Tengah.
Sumber :
  • Indonesiatraveler.id

7 Tradisi Unik Perayaan Iduladha di Nusantara, Ada Manten Sapi hingga Grebeg Gunungan

Hari raya Iduladha merupakan salah satu hari besar bagi umat muslim di seluruh dunia. Dalam pelaksanaannya setelah melaksanakan salat Ied biasanya akan diteruskan dengan penyembelihan hewan kurban.
Minggu, 10 Juli 2022 - 20:57 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta - Hari raya Iduladha merupakan salah satu hari besar bagi umat muslim di seluruh dunia. Dalam pelaksanaannya setelah melaksanakan salat Ied biasanya akan diteruskan dengan penyembelihan hewan kurban.

Di Indonesia, hewan ternak yang umum dikurbankan adalah kambing atau sapi. Daging kurban kemudian akan didistribusikan ke golongan yang tidak mampu agar mereka dapat ikut merayakan Iduladha.

Namun, selain identik dengan penyembelihan hewan kurban rupanya ada berbagai tradisi unik di setiap daerah di Indonesia dalam menyambut Iduladha.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut tradisi-tradisi unik di Indonesia saat menyambut Iduladha:

1. Manten Sapi, Pasuruan Jawa Timur

Manten Sapi adalah tradisi yang dilakukan masyarakat Pasuruan, Jawa Timur, untuk menghormati hewan kurban yang akan disembelih. Sebelum hewan kurban disembelih, sapi-sapi tersebut akan didandani warga secantik mungkin layaknya pengantin.

Hewan kurban juga dikalungi bunga tujuh rupa, kemudian dibalut kain kafan, serban, dan sajadah. Selesai didandani, semua sapi kurban kemudian diarak warga menuju masjid untuk diserahkan kepada panitia kurban untuk disembelih.

2. Kaul Negeri dan Abada'u, Maluku Tengah

Masyarakat Tulehu di Pulau Ambon memiliki tradisi unik setelah melakukan salat Iduladha. Kambing, sebagai hewan kurban yang disembelih akan digendong pemuka adat dan agama menggunakan kain. Prosesi ini juga diiringi alunan takbir dan selawat dengan mengarak kambing menuju masjid untuk akhirnya disembelih.

3. Grebeg Gunungan, Yogyakarta

Sama seperti hari raya Idulfitri, Grebeg Gunungan juga dilakukan warga Yogyakarta ketika Iduladha. Tradisi turun-temurun di keraton ini digelar dengan membawa hasil bumi yang ditumpuk menyerupai gunung.

Rutenya dari Keraton Yogyakarta menuju Masjid Gedhe Kauman untuk upacara pembacaan doa. Acara puncaknya ditandai dengan warga yang berebut isi gunungan tersebut. Mereka percaya siapa yang bisa mengambilnya akan mendapat berkah.

4. Mepe Kasur, Banyuwangi

Tradisi Mepe Kasur atau menjemur kasur merupakan tradisi yang kerap dilakukan masyarakat Banyuwangi, terutama warga Suku Osing. Mereka percaya dengan melakukan hal tersebut segala hal buruk dapat dijauhkan dari rumah. Kegiatan Mepe Kasur biasanya dilakukan sejak pagi hari saat cuaca cerah.

5. Meugang, Aceh

Tradisi Meugang merupakan kegiatan masyarakat Aceh untuk memasak daging dan menikmatinya bersama keluarga, kerabat, dan yatim piatu saat Iduladha. 

Tradisi sejak zaman kerajaan pimpinan Sultan Iskandar Muda ini dilakukan dua hari sebelum Hari Raya. Meugang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur selama 11 bulan mencari nafkah.

6. Apitan, Semarang

Tradisi Apitan atau sedekah bumi di Semarang sudah dijalankan secara turun temurun yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada yang Maha Kuasa atas limpahan rezeki kepada warga. 

Pada saat Iduladha masyarakat muslim di Semarang akan mengarak hasil-hasil bumi dan juga tumpeng yang dimulai dengan doa. Tradisi Iduladha ini diakhiri dengan warga yang akan berebut berbagai hasil bumi dan isi-isi lainnya pada Apitan.

7.Toron, Madura

Toron atau mudik adalah tradisi yang dilakukan oleh warga Madura. Berbeda dengan masyarakat Indonesia kebanyakan, orang Madura melaksanakan mudik pada saat Iduladha. Saat Toron, orang Madura juga akan bersilaturahmi dan berkumpul dengan keluarga sebagaimana layaknya Idulfitri. (tyo/ebs)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:01
01:37
02:12
03:18
08:28
02:19

Viral