- YouTube
Kisah Kelam Masa Lalu John Kei, Putus Sekolah karena Miskin, sampai ke Ibu Kota jadi Preman dan Hilangkan Nyawa Orang
Hanya bermodal nekat, John Kei memberanikan diri naik kapal ke Surabaya. Pasalnya, pada saat itu ia tidak punya uang sepeserpun.
"Saya sama sekali tidak punya uang, akhirnya saya loncat masuk ke kapal tujuan Surabaya,” kenang John Kei.
“Kemudian saat ditagih tiket, saya jelaskan pada petugasnya, bahwa saya tidak punya uang, tidak punya tiket. Dan akhirnya saya diminta untuk bekerja membersihkan kapal," sambungnya.
Sesampainya di Surabaya, John Kei sempat menumpang tinggal selama tiga bulan di rumah saudaranya. Namun lantaran tidak merasa cocok, ia memilih hidup di jalanan.
John Kei kemudian mencoba beradu nasib di Jakarta usai tinggal di Surabaya. Pada 1992, John Kei menjadi seorang security di sebuah tempat hiburan malam.
Pada saat itu ia sempat terlibat perkelahian dengan sekelompok orang. Niat hati ingin melerai, namun John Kei justru kena imbas. Akibatnya ia merasa dendam dengan kelompok tersebut.
"Saya jadi security di sana, tempatnya banyak bule-bule, waktu itu ada yang ribut (berantem), saya pisahin, terus saya dipukul dari belakang. Akhirnya sempat berantem, polisi datang menyelesaikan, saya kemudian pulang ke rumah,” ujarnya.
“Masih penasaran, balik lagi ambil golok, niat saya tadinya, saya enggak mau bunuh dia, cuma mau kasih besutan, ternyata diluar dugaan, parang pas kena leher, dan dia mati," sambungnya.
"Yang lain-lain saya kejar, balik lagi, potong lagi kakinya, mereka ada banyak, sekitar 5 sampai 6 orang," katanya.
Setelah kasus pembunuhan tersebut, John Kei menjadi buronan polisi, tapi tak lama kemudian, ia menyerahkan diri.
Ia mengaku masih sering terlibat perkelahian dengan sesama narapidana di lapas. Namun saat ia berada di Nusa Kambangan, membuatnya lebih dekat dengan Tuhan.
“Saya dulu tidak pernah ada waktu untuk ibadah. Tapi Nusakambangan membawa Tuhan hadir di diri saya,” ungkap John Kei.
Ia mengaku menyesal dengan perbuatannya dan ingin menghapus masa lalunya tersebut. Ia berharap dengan mendekatkan diri pada Tuhan mampu bertahan di masa hukumannya.
“Kalau saya mati, saya mau masuk surga. Bukan masuk neraka karena bunuh diri,” katanya.