Pihak Keluarga Vadel Badjideh Singgung Akhlak Buruk Lolly, Amarah Nikita Mirzani Membara: Keluarga Pembawa Sial!
“Seharusnya dia berterima kasih sebagai seorang ibu karena ada anak perempuannya berhijab tetapi di sini saya tidak membutuhkan terima kasih dari dia," ungkapnya.
Pernyataan dari pihak keluarga Vadel Badjideh tersebut akhirnya sampai ke telinga Nikita Mirzani.
Menanggapi pernyataan soal akhlak buruk Lolly, Nikita langsung memberikan balasan yang penuh dengan kemarahan.
Nikita Mirzani menyebut bahwa keluarga Vadel tak pantas bicara soal akhlak.
"Keluarga Vadel ngomong soal akidah akhlak, eh lo tahu nggak si Vadel punya video syur yang diperjualbelikan. Jadi, nggak usah bicara dan ngomong soal akidah akhlak," ucap Nikita dengan nada pedas.
Ia merasa bahwa keluarga Vadel tidak berhak mengomentari perilaku putrinya sementara Vadel sendiri, menurut Nikita, memiliki masalah moral yang lebih besar.
Nikita juga tak ragu untuk menyerang keluarga Vadel secara personal. Ia menyebut bahwa keluarga tersebut hidup dalam keadaan melarat.
"Keluarga lo melarat dan pembawa sial," ujar Niki tanpa ragu.
Nikita Mirzani nampak murka terhadap perlakuan keluarga Vadel kepada putrinya. Baginya, keluarga Vadel tidak hanya meremehkan Lolly, tetapi juga merendahkan derajatnya.
Lebih lanjut, Nikita juga mempertanyakan sikap Umar sebagai orang tua yang masih memperbolehkan anaknya berhubungan dengan Lolly meski mengetahui hubungan tersebut tidak disetujui.
Menurutnya, jika Umar benar-benar mengutamakan nilai-nilai keluarga dan akhlak, seharusnya ia melarang Vadel untuk menjalin hubungan dengan Lolly.
"Kalau lo orang tua yang benar, kenapa nggak dilarang hubungan dengan Lolly. Sudah tahu orang tua (Lolly) nggak suka, kenapa nggak dilarang,” cecar Nikita Mirzani.
“Nggak anak, nggak bapak semua bahlul," pungkas Nikita.
Konflik antara Nikita Mirzani dan keluarga Vadel Badjideh sepertinya masih jauh dari kata selesai.
Meski niat keluarga Vadel untuk membimbing Lolly dianggap baik oleh sebagian orang, Nikita Mirzani melihatnya sebagai serangan pribadi terhadap putrinya. (adk)