- Instagram/0ratmangoen
Tak Bisa Disembunyikan, Reaksi Ragnar Oratmangoen saat Mendengar Azan hingga Salat Berjamaah di Indonesia: Itu Adalah Hal yang...
tvOnenews.com - Ragnar Oratmangoen menjadi satu-satunya pemain naturalisasi yang memutuskan menjadi mualaf. Hal itu tentu menjadi salah satu hal yang disorot dari sosoknya yang kini sudah bergabung dengan Timnas Indonesia.
Ragnar diketahui resmi menyandang status Warga Negara Indonesia (WNI) pada Maret 2024 lalu. Ia dinaturalisasi bersama Tom Haye.
Pemain yang mendapat julukan Wak Haji dari suporter Indonesia itu sebenarnya terlahir di tengah-tengah keluarga Nasrani. Namun, ia akhirnya memutuskan memeluk agama Islam sejak usianya 15 tahun.
Perjalanan mualaf Ragnar pun sempat dibeberkan oleh pria kelahiran tahun 1998 itu. Dalam sebuah wawancara dengan sejumlah awak media, Ragnar mengatakan bahwa ia lebih dulu mempelajari Islam dari teman-temannya yang muslim.
"Teman saya sering mengajak saya ke masjid saat itu. Mereka mengajarkan saya soal Tuhan dan bagaimana agama ini (Islam) bisa membantu dalam hidup," ujar Ragnar, dilansir YouTube BOLASPORTCOM.
Ia juga mengatakan, bahwa sering pergi ke masjid dan perlahan-lahan mempelajari agama Islam. Setelah yakin dengan pilihannya, ia pun memutuskan untuk menjadi mualaf.
"Itu menyentuh saya dan akhirnya memutuskan untuk menjadi muslim," ucapnya.
- Instagram/0ratmangoen
Masih dalam wawancara yang sama, begitu dinaturalisasi dan resmi bermain bersama skuad Garuda untuk membela Indonesia, Ragnar Oratmangoen akhirnya mengungkapkan bagaimana reaksinya saat merasakan nuansa islami yang kental di Tanah Air, salah satunya saat pertama kali mendengar azan.
"Saya pertama kali mendengarnya (azan) saat di tempat latihan. Saya mendengar azan saat latihan dan menurut saya itu indah sekali. Saya senang bisa mendengar suara azan dan merasakan suasana ini," ujar pria yang dijuluki Wak Haji itu.
Lalu, dalam wawancaranya dengan seorang konten kreator bernama Yussa Nugraha, Ragnar mengungkapkan kesannya ketika akhirnya bisa merasakan salat berjamaah dengan rekan tim hingga staf terkait.
"Sangat senang bisa merasakan itu dan saat salat jumat kita juga sama-sama, ada staf fisio, staf massage, itu hal yang baru bagiku, tapi sangat senang bisa merasakan momen itu," ujarnya.