- Kolase Instagram
Perubahan Drastis Putri Anne Usai Cerai dari Arya Saloka Dikomentari Psikolog, Ternyata Sudah Cukup Lama Pendam…
Meski hal ini bisa menjadi bentuk pelampiasan emosi, Joice menilai bahwa cara tersebut berisiko.
“Ketika seseorang ingin melampiaskan perasaannya, sebaiknya itu tidak dilakukan di hadapan publik. Mengapa? Karena ekspresi tersebut dapat dipersepsikan secara berbeda oleh publik dan bisa berdampak negatif,” kata Joice.
Ia mencontohkan bagaimana ekspresi yang awalnya dimaksudkan untuk menunjukkan kebahagiaan bisa diartikan berlebihan oleh publik, sehingga maknanya menjadi tidak positif.
Hal ini, menurut Joice, dapat memperkeruh situasi dan menambah tekanan.
Joice juga menyoroti dampak komentar publik terhadap masalah pribadi seseorang.
Ia menjelaskan bahwa intervensi netizen sering kali memperumit masalah yang awalnya bersifat pribadi.
“Komentar-komentar dari netizen atau publik sering memperkeruh keadaan. Masalah yang awalnya masih dalam kadar wajar jadi lebih berat dan kompleks karena intervensi publik ini,” ujarnya.
Hal ini menjadi salah satu konsekuensi dari terbukanya kehidupan pribadi selebriti di media sosial.
Joice menilai, jika seseorang sadar akan konsekuensi tersebut, ia seharusnya membatasi apa yang ditampilkan kepada publik.
“Kalau saya melihat seseorang yang sadar akan sebuah konsekuensi dari perilakunya pasti membatasi apa yang dia tampilkan di publik, supaya tidak menyerang balik,” terang Joice.
“Namun kalau itu dibiarkan terbuka, ya ada kemungkinan lain memang itu untuk kepentingan branding misalnya, atau untuk menjadi viral,” pungkasnya. (adk)