- Tim tvOne - Teguh Joko Sutrisno
Wajik, Kudapan Tradisional Khas Jawa yang Manis dan Legit
Selama proses ini adonan terus diaduk supaya tidak mengeras jadi karamel. Setelah dirasa cukup pas adonannya, baru dimasukkan ketan putih. Diaduk terus sampai tercampur benar. Tenaga pengaduk harus kuat staminanya, karena selain diaduk, ketan juga harus dibolak balik agar tidak ada bagian yang gosong.
Setelah matang, adonan ini ditumpahkan ke loyang atau panci yang besar. Lalu dipadatkan dan didiamkan semalam. Besoknya baru dipotong-potong sesuai ukuran.
"Biasanya dipotong ukuran 500 gram, atau bisa juga dipotong kotak-kotak kecil. Lalu diberi plastik dan dimasukkan ke kardus kemasan. Kalau dulu pakai besek, sekarang pakai kardus karena lebih praktis. Terus kalau pesanan buat acara lamaran biasanya pakai loyang dan dibentuk kayak hati simbol cinta itu," ungkapnya.
Harga setiap perajin beda-beda. Biasanya yang sudah pakai merek terkenal lebih mahal. Tapi rata-rata antara 50 hingga 60 ribu per kilogramnya. Wajik paling gampang itu dibeli di toko oleh-oleh. (Teguh Joko Sutrisno/Buz)