- Kolase YouTube
Sarwendah Lama-lama Gerah, Sindir Hubungan Ruben Onsu dan Desy Ratnasari: Aku Sangat Menjaga Anak-anak
“Aku juga udah pusing ini menjawab dia tiap malam ya kan,“ ungkap Sarwendah.
“Wah serius-an tiap malam 1001 pertanyaan aku udah pusing jawabnya,“ lanjutnya dengan nada lelah.
Sarwendah juga menyebut bahwa ketiga anaknya memiliki sifat posesif terhadap dirinya.
Mereka sangat peduli dengan ibunya dan ingin memastikan bahwa sang ibu tetap dalam kondisi baik-baik saja.
Ketika ditanya apakah ia berniat untuk mencari pasangan baru setelah bercerai dari Ruben Onsu, Sarwendah dengan tegas menyatakan bahwa ia belum siap.
Bahkan, anak-anaknya sendiri, khususnya Thalia, selalu mempertanyakan hal tersebut kepadanya.
“Sama kak kalau ditanya Thalia juga kayak gitu ya akunya juga belum bisa,“ kata Sarwendah.
Ia menjelaskan bahwa saat ini prioritas utamanya adalah anak-anaknya, dan ia tidak ingin membuat mereka merasa bingung dengan pemberitaan yang beredar di media.
“Nanti aja anak-anak masih ini dan kayak berita-berita bikin anak-anak kayak cici Thalia juga ada ngeliat thumbnail-thumbnail dan dari temen-temennya juga,“ tambahnya.
Sarwendah merasa bahwa berita-berita di internet saat ini terlalu mudah diakses oleh anak-anak, sehingga ia harus lebih menjaga kondisi mental mereka.
Meski tidak menyatakan secara langsung, pernyataan Sarwendah tentang bagaimana ia sangat menjaga anak-anaknya bisa diartikan sebagai sindiran terhadap Ruben Onsu.
Pasalnya, ia menegaskan bahwa ia sangat berhati-hati dalam bertindak karena jejak digital dapat terus diakses oleh anak-anaknya di masa depan.
“Aku pastinya ingin yang terbaik, sebab jejak digital akan dilihat oleh anak-anak, jadi aku sangat menjaga kondisi mental mereka," tegasnya.
Pernyataan ini seolah menyiratkan bahwa ia berharap Ruben Onsu juga lebih mempertimbangkan perasaan anak-anak sebelum menunjukkan kedekatan dengan Desy Ratnasari secara publik.
Nampaknya, kedekatan Ruben Onsu dengan Desy Ratnasari bukan hanya menjadi perhatian publik, tetapi juga menjadi beban tersendiri bagi anak-anak mereka.
Sarwendah, sebagai ibu, merasa harus melindungi mental anak-anaknya agar tidak terpengaruh oleh berita yang ada. (adk)