- KOVO
Megawati Hangestri Tak Mau Tutupi Lagi, Akhirnya 'Spill' Beda Gaji Pemain Lokal Korea Selatan dan Pemain Asing: Bedanya sampai...
tvOnenews.com - Kepulangan atlet voli Megawati Hangestri dari Korea Selatan ke Indonesia sukses mencuri perhatian publik.
Pemain yang dikenal dengan julukan “Megatron” ini kembali ke Tanah Air setelah memutuskan untuk tak melanjutkan kontraknya bersama klub asal Korea Selatan, Daejeon JungKwanJang Red Sparks.
Keputusan Megawati tak perpanjang kontrak dengan Red Sparks menjadi perbincangan luas di media sosial.
- KOVO
Termasuk, isu soal nilai kontraknya yang disebut-sebut sebagai salah satu alasan keputusannya 'meninggalkan' Ko Hee-jin.
Selama memperkuat Red Sparks, Megatron dikabarkan menerima gaji yang cukup tinggi.
Pada musim pertamanya, Mega dikabarkan mendapatkan gaji sebesar 100 ribu dolar AS per musim atau sekitar Rp1,59 miliar.
Dan pada musim keduanya (2024-2025), gaji Mega meningkat menjadi 150 dolar AS atau sekitar Rp2,39 miliar.
Sebelumnya, alasan pevoli asal Jember kembali ke kampung halamannya disebut-sebut karena ia ingin lebih dekat dengan ibunya yang sedang sakit.
- Tangkapan layar youtube sbs
Namun, hal itu dibantah oleh Megawati ketika berkunjung ke Pendopo Wahyawibawagraha, Jember, pada Selasa (15/4).
Megawati menegaskan bahwa ibunya dalam kondisi baik-baik saja, tidak seperti yang diberitakan media.
"Saya sedih banyak yang bilang mama saya sakit, padahal mama saya sehat-sehat saja," ujar Mega pada awak media yang hadir.
Megatron mengungkapkan bahwa alasan dirinya kembali ke kampung halaman karena ingin melanjutkan kehidupannya dan lebih dekat dengan ibunya.
Ia juga menambahkan bahwa keputusannya untuk berpisah dengan Red Sparks merupakan hasil dari pertimbangan pribadi dan profesional, termasuk soal kondisi fisik dan rencana karier ke depan.
- tvOne - sinto sofian
Terlepas dari itu, banyak yang penasaran soal besaran gaji yang diterima Megawati Hangestri selama bermain di luar negeri.
Menjawab rasa penasaran itu, Megawati akhirnya angkat bicara.
Dalam wawancara bersama program Apa Kabar Indonesia di tvOne, ia menjelaskan bahwa meskipun bermain di liga voli Korea Selatan, pendapatannya ternyata masih jauh di bawah pemain lokal di sana.
"Kalau di Korea, enggak (lebih tinggi), karena pemain Korea lebih besar gajinya bahkan berkali-kali lipat daripada aku, kuarter Asia," ungkap Megawati Hangestri.
"Kalau di Indonesia mungkin iya (lebih besar)," tambahnya.
- instagram @petrovoli_
Baru-baru ini, Megawati Hangestri dipastikan telah bergabung dengan klub Gresik Petrokimia.
Gresik Petrokimia disebut-sebut memiliki kekuatan finansial yang tak main-main, hingga berani mendatangkan pemain kelas atas untuk menunjang prestasi mereka di bidang voli.
Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi soal berapa nominal kontrak atau gaji yang diterima oleh Megawati Hangestri.
Namun, jika merujuk pada standar yang diterapkan oleh PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia), pemain timnas dengan jam terbang internasional biasanya menerima gaji bulanan di rentang Rp12 juta hingga Rp20 juta.
- Petrovoli / Red Sparks
Angka tersebut bisa saja melonjak, tergantung pada detail kontrak yang disepakati, bonus performa, serta dukungan dari pihak sponsor.
Sebagai gambaran, atlet voli putra Rivan Nurmulki pernah mengungkapkan bahwa ia bisa mengantongi bayaran hingga Rp200 juta per bulan saat bermain di ajang Proliga.
Fakta ini menunjukkan bahwa potensi pendapatan pemain voli profesional di Indonesia bisa sangat tinggi.
Dengan mempertimbangkan reputasi Megawati Hangestri yang sudah mendunia dan berbagai pencapaiannya di level internasional, bukan hal yang mustahil jika nilai kontraknya melampaui kisaran standar yang berlaku untuk pemain timnas pada umumnya. (gwn)