- Antara
Mantan Preman Legendaris ini Dulu Ditakuti, Perubahan Hercules Setelah Masuk Islam Kini Makin…
tvOnenews.com - Nama Rosario de Marshall alias Hercules pernah menjadi momok menakutkan di dunia jalanan Jakarta, khususnya kawasan Tanah Abang.
Pria yang dikenal sebagai preman legendaris ini punya reputasi keras, tegas, dan tak segan melakukan aksi kekerasan demi mempertahankan wilayah kekuasaan.
Namun, siapa sangka, sosok yang dulu sangat ditakuti kini telah mengalami perubahan besar dalam hidupnya.
Hercules memutuskan menjadi mualaf sejak tahun 2010.
Langkah besar itu diambil saat dirinya berada di titik krusial dalam perjalanan hidupnya.
Keputusan memeluk Islam membawa pengaruh signifikan dalam kepribadiannya, termasuk cara pandangnya terhadap hidup dan kemanusiaan.
Kini, Hercules tak lagi terlihat garang seperti dulu, justru tampil lebih tenang dan religius.
Dalam berbagai kesempatan, Hercules kerap mengungkapkan rasa syukurnya karena telah diberikan hidayah untuk mengenal Islam.
Salah satu pernyataannya yang sempat viral disampaikan saat menghadiri acara Halal Bihalal bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar di Pondok Pesantren As’adiyah, Sengkang.
“Alhamdulillah, saya sekarang ini makin rajin beribadah. Saat ini juga aktif berbagi dan banyak mengurus kegiatan sosial terutama di pesantren,” ujar Hercules seperti dikutip dari kanal GRIB TV.
Tak hanya sekadar menghadiri acara, dalam kunjungannya ke pesantren tersebut, Hercules juga menyumbangkan dana sebesar Rp50 juta.
Bantuan itu diserahkan langsung kepada pihak pengelola ponpes sebagai bentuk kepeduliannya terhadap dunia pendidikan Islam.
Meski baru saja pulang dari umrah, Hercules mengaku tak ragu untuk segera terbang ke Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, begitu menerima undangan dari Ponpes As’adiyah.
Padahal, pada saat yang sama, ada banyak undangan lain yang juga mengharapkan kehadirannya.
“Saya baru saja pulang umrah. Tapi, begitu mendapat undangan dari Wajo, saya langsung ke sini (Pontren As'adiyah). Meskipun banyak undangan lain, tapi saya memilih ke Wajo," kata Hercules.
Kedatangannya saat itu tidak sendirian. Ia didampingi oleh sang istri serta sejumlah sahabat dekat, di antaranya Ustad Salahuddin Ayub dan dr. Wachyudi Muchsin.
Turut serta pula beberapa pengurus GRIB Jaya wilayah Sulawesi Selatan.