- Kolase Istimewa & Instagram/@dpp_madasnusantara
Sakit Hati Rumahnya Hancur hingga Diusir, Nenek Elina Tolak Santunan Beras dan Uang dari Ormas Madas Viral
Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah rekaman video memperlihatkan anggota Ormas Madas menemui nenek Elina Wijayanti (80) viral di media sosial.
Dalam video tersebut terlihat anggota Ormas Madas menawarkan bantuan berupa santunan beras kepada nenek Elina.
Santunan tersebut sebagai kepedulian dari Ormas Madas kepada nenek Elina. Sebab aksi diduga oknum puluhan anggota Ormas Madas bersama penguasa lahan rumah, Samuel menuai kecaman publik.
"Ini kan ada santunan dari Ketua Madas DPC Balongpanggang. Alhamdulillah ada beras satu kintal," kata salah satu perwakilan dari Ormas Madas dalam video viral diunggah Instagram @heysoerabaya dikutip tvOnenews.com, Minggu (28/12/2025).
Selain beras, DPC Ormas Madas Balongpanggang, Gresik, akan memberikan santunan berupa kebutuhan pokok lainnya. Bahkan siap menggelontorkan bantuan uang untuk nenek Elina.
"Terus ada gula, ada telur, ada uangnya juga nanti saya ikut (kasih). Untuk santunan aja bukan apa-apa, untuk santunan dari Madas DPC Balongpanggang," lanjutnya.
Reaksi Nenek Elina Ditawari Santunan dari Ormas Madas
- Istimewa
Dalam rekaman video tersebut, nenek Elina langsung menolak mentah-mentah santunan dari Ormas Madas. Hal ini mengingat rumahnya telah rata dengan tanah hingga diusir oleh oknum anggota ormas itu.
"Nggak bisa saya terima," tegas nenek Elina.
Ia terang-terangan menyampaikan alasan menolak tawaran menerima santunan tersebut. Hal ini berkaitan dengan urusan pribadi akibat rumahnya diratakan dengan tanah hingga diusir paksa oleh mereka.
Nenek Elina juga mengalami insiden diusir secara paksa oleh segerombolan mengenakan seragam Ormas Madas dan penguasa sengketa lahan rumah, Samuel.
Ketua DPP Ormas Madura Asli (Madas) Moh Taufik membenarkan ada pihaknya yang menjadi perwakilan menemui nenek Elina. Saat itu mereka turut menawarkan santunan kepada lansia tersebut.
Kata Taufik, alih-alih menerima santunan, nenek Elina menolaknya dengan alasan lebih baik diberikan kepada orang lain yang sekiranya membutuhkan bantuan beras hingga uang itu.
"Kami berikan kepada orang-orang tidak mampu karena kami bertanggung jawab secara moral," ujar Moh Taufik dikutip, Minggu.
Elina juga menyarankan agar santunan untuk orang lain diserahkan kepada Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Sebab Cak Armuji sangat getol mengawal kasus dan membela dirinya.
Kronologi Kasus Ormas Madas Usir Paksa hingga Hancurkan Rumah Nenek Elina di Surabaya
- Kolase Tim tvOnenews & Istimewa
Sebelumnya sebuah video menunjukkan aksi brutal dan premanisme diduga dari Ormas Madas viral di media sosial. Segerombolan orang berseragam ormas itu mengintimidasi nenek Elina.
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji menceritakan kronologi kasus sengketa lahan rumah nenek Elina dengan penguasa lahan, Samuel diduga melibatkan oknum anggota Ormas Madas.
Armuji menjelaskan cikal kasus ini bermula saat puluhan orang diduga oknum anggota Madas bersama Samuel datang ke rumah nenek Elina di Dukuh Kuwukan, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya pada 4 Agustus 2025.
Ia menduga segerombolan orang dibawa Samuel sebagai tim eksekusi. Tujuannya agar penghuni rumah yakni nenek Elina segera meninggalkan lahan tersebut.
"Rumah nenek didatangi Samuel dan gerombolan orang yang mengaku sebagai eksekutor," kata Armuji melalui saluran Program Apa Kabar Indonesia Malam tvOne.
Pada saat itu, nenek Elina sebenarnya sudah mendapat peringatan. Samuel dan rombongan kembali mendatangi kediaman lansia tersebut pada 6 Agustus 2025.
Di momen inilah, nenek Elina mendapat aksi pengusiran secara paksa dari rombongan Samuel. Kata Armuji, lansia itu sempat melakukan perlawanan namun terbentur dengan umur telah berusia 80 tahun.
"Maka nenek dipaksa keluar rumah," tambah dia.
Samuel Cs bahkan kembali mendatangi rumah nenek Elina. Mereka terekam menyegel hingga menghancurkan rumah tersebut rata dengan tanah.
Kata Armuji, rumah di Kecamatan Sambikerep, Surabaya itu merupakan rumah warisan. Elina sendiri mendapat hak waris lahan tersebut sejak 2011.
Nenek Elina pun resmi melaporkan aksi pengusiran hingga perobohan rumah oleh Samuel Cs ke Polda Jawa Timur. Saat ini Satreskrim Polresta Surabaya tengah melakukan penyelidikan kasus tersebut.
Sementara Ketua DPP Ormas Madas Taufik membantah anggotanya terlibat dalam kasus tersebut. Insiden pengusiran hingga merobohkan rumah nenek Elina bukan instruksi dari pihaknya.
(hap)