- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @ridwankamil @aurakasih
Foto Liburan Ridwan Kamil dan Aura Kasih di Eropa Tersebar, Asli atau Rekayasa? Begini Kata Pakar Telematika
tvOnenews.com - Publik seakan bertanya apa alasan dari keputusan Atalia Praratya untuk menggugat cerai suaminya, Ridwan Kamil.
Kini netizen mengaitkan kedekatan Ridwan Kamil dengan sosok wanita lain, salah satu yang terseret namanya yaitu Aura Kasih.
Banyak netizen yang mencocokkan foto-foto Aura Kasih dan Ridwan Kamil seakan mereka memiliki kedekatan.
Pakar Telematika, Abimanyu Wahjouwidajat menjelaskan cara untuk membuktikan apakah foto-foto tersebut dapat membuktikan kedekatan mereka? Benarkah foto tersebut asli atau hasil editan pihak yang tidak bertanggung jawab?
- Tangkapan layar
Jika dilihat dari foto-foto yang viral di media sosial, terlihat foto RK yang sedang berlibur di Eropa seakan tidak sendirian. Sebab, fotonya seperti dipotret oleh seseorang.
“Logikanya sekarang, semua foto tersebut bukan foto selfie. Kalau begitu ada yang fotoin, bukan jarak dekat. Nah yang fotoin ini siapa?” ungkap Abimanyu pada tayangan YouTube Cumicumi.
Dari posisi pengambilan foto, keduanya terkadang mengambil foto dalam berbagai sudut, seperti mengambil jarak jauh hingga posisi yang bagus.
Berdasarkan penjelasan tersebut, Abimanyu menjelaskan adanya niat tertentu untuk mencari foto terbaik.
“Dari situ sudah jelas, they are not alone,” tegasnya.
Kemudian foto dapat dibuktikan dari kesamaan waktu, bukan waktu unggah foto maupun videonya tetapi kesamaan momentum.
“Paling tidak umpamanya yang satu diunggah katakanlah tanggal 23 di satu bulan tertentu, yang satunya diunggah sebulan setelahnya. Berarti memang ada perbedaan waktu,” terang pakar telematika itu.
“Kalau berjarak dekat, berarti hanya delay,” sambungnya.
- Tim tvOne - Apa Kabar Indonesia Pagi
Jika ingin melihat lebih teliti dapat dibuktikan dengan arah bayangannya.
“Kalau mau melihat lebih teliti sih, arah bayangannya. Udah saya tidak mau mengambil kesimpulan periksa sendiri,” kata Abimanyu.
Selain itu, colour tone dan temperatur juga bisa membuktikan apakah keduanya berada di momen yang sama atau tidak.
“Kemudian bisa dilihat colour tone-nya dari dua foto tersebut, tinggal dibandingkan. Itu orang-orang fotografi tahu lah,” jelas Abimanyu.
“Dari temperatur itu pasti kelihatan, itu sama-sama lag diluar apa nggak,” lanjutnya.
Tak hanya itu dengan cara-cara tersebut, sejumlah cara lainnya bisa digunakan untuk membuktikan apakah keduanya berada di momen yang sama atau tidak.
“Terlepas dari situ, sebetulnya tinggal dicek betulkah keduanya memang lagi ada di kota yang sama atau tidak dan beberapa cara lainnya juga bisa,” ujarnya.
Dalam hal ini pakar telematika tersebut menjelaskan berdasarkan foto yang beredar di media sosial.
Namun, apabila foto ini dijadikan sebagai pembuktian hukum di pengadilan, maka bisa terjadi penyanggahan. Jika ingin lebih detail bisa ditelusuri hingga ke metadata.
“Tapi saya belum perlu masuk sampai ke metadata. Karena belum diminta untuk pembuktian pengadilan segala jadi ini baru sampai disini saja analisanya,” kata Abimanyu.
Abimanyu menjelaskan bahwa suatu data digital pada dasarnya akan menjadi ramai dibicarakan apabila informasi tersebut viral.
Dari yang viral tersebut maka data harus diperiksa atau di verifikasi.
Setelah melakukan verifikasi, data tersebut akan menjadi valid berarti sudah dinilai sebagai data yang value dan layak digunakan sebagai bukti.
“Tetapi kalau dari jejeran data yang banyak, satu ditutup-tutupi, yang satu blur, yang satu kurang diapain, di crop, ditambahi caption ini itu nah itu yang harus dipilah,” tuturnya.
“Karena masa mau menggunakan data yang sudah hasil editan. Walaupun baru dikasih caption, itu sudah editan. Dia tidak layak untuk dijadikan bukti apalagi kesaksian,” pungkasnya.
Oleh sebab itu, harus dilakukan penelusuran mencari data yang paling awal dan masih bersih dari editan. Tentunya pada konten dari pemilik handphone aslinya.
(kmr)