- Instagram/aurakasih
Pakar Ekspresi Ungkap Makna Foto Terbaru Aura Kasih di Tengah Isu dengan Ridwan Kamil
tvOnenews.com - Nama Aura Kasih belakangan kembali mencuri perhatian publik.
Aktris sekaligus penyanyi tersebut menjadi sorotan setelah dikaitkan dengan Ridwan Kamil.
Isu yang beredar menyebut Aura Kasih sebagai sosok wanita simpanan RK dan bahkan dituding sebagai pemicu keretakan rumah tangga Ridwan Kamil dengan Atalia Praratya.
Spekulasi publik semakin berkembang seiring beredarnya foto-foto di media sosial yang disebut-sebut menampilkan Aura Kasih dan Ridwan Kamil tengah berlibur bersama di luar negeri.
Berbagai potongan informasi hingga bukti “cocoklogi” pun bermunculan dan semakin menguatkan dugaan warganet.
- Tangkapan layar
Di tengah derasnya isu tersebut, Aura Kasih mengunggah foto terbarunya di media sosial.
Dalam potret itu, ia tampak santai mengenakan hoodie biru dengan tudung kepala, duduk di bangku warung sederhana, memakai kacamata hitam, serta berpose dengan membentuk tanda jari V.
Ekspresi wajahnya terlihat tenang dan tidak menunjukkan tekanan berarti.
Unggahan tersebut diunggah pada 1 Januari 2026 dengan ucapan selamat tahun baru 2026 "happy new year #2026".
Foto tersebut langsung menarik perhatian publik dan memunculkan berbagai tafsir.
- Instagram/aurakasih
Untuk melihat maknanya lebih jauh, pakar ekspresi Kirdi Putra turut memberikan pandangannya.
Menurut Kirdi, figur publik yang berkecimpung di dunia hiburan seperti Aura Kasih umumnya memiliki kesadaran tinggi terhadap publisitas.
Dalam dunia entertainment, kata dia, tidak ada istilah publisitas negatif atau positif. Yang terpenting adalah sorotan itu sendiri.
“Di mana di dalam dunia publisitas itu nggak ada yang namanya publisitas negatif atau positif. Buat mereka publisitas ya publisitas,” ujar Kirdi, dilansir dari kanal YouTube Intens Investigasi.
“Mereka itu merasa kalau ada publisitas ke arah dia, baik itu negatif atau positif, tetap mampu dipakai buat terbang lagi,” tambahnya.
Ia mengibaratkan publisitas sebagai angin, entah itu badai atau angin sepoi-sepoi, selama masih bisa membuat seseorang ‘terbang’, maka dianggap menguntungkan.