news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Penyanyi Denada.
Sumber :
  • YouTube/Comic8Revolution

Pihak Keluarga Denada Ungkap Kekecewaan atas Kasus Ressa, Singgung Soal Tekanan Psikis Berat

Pihak keluarga buka suara soal gugatan Ressa. Kuasa hukum mengungkap adanya tekanan psikis, padahal sudah 24 tahun membantu tanpa dukungan dari Denada.
Selasa, 13 Januari 2026 - 19:25 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kasus gugatan Ressa Rizky Rosano terhadap penyanyi Denada Tambunan masih menjadi sorotan publik.

Ressa, pemuda berusia 24 tahun asal Banyuwangi, menuduh Denada telah menelantarkannya selama lebih dari dua dekade.

Namun, di tengah bergulirnya perkara tersebut, pihak keluarga Denada akhirnya buka suara dan menyampaikan kekecewaannya.

Melalui kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, muncul sejumlah fakta baru mengenai hubungan antara keluarga besar Emilia Contessa dengan Ressa.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari kanal YouTube Cumicumi, Ronald mengaku bahwa gugatan yang diajukannya bukan hanya soal tanggung jawab keperdataan Denada terhadap anak kandungnya, tetapi juga adanya tekanan psikis berat yang dialami pihak keluarga yang selama ini merawat Ressa.

Ronald menjelaskan bahwa sejak kecil, Ressa dititipkan kepada paman dan bibi Denada, Dino Rosano Hansa, yang merupakan adik kandung mendiang Emilia Contessa.

Ressa Rizky dan Denada
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / tvOne - Happy Oktavia / Instagram @denadaindonesia

Selama itu, keluarga inilah yang menanggung seluruh kebutuhan Ressa tanpa mendapatkan dukungan materi dari Denada.

“Permintaan pertanggungjawaban dalam konteks ketika menitipkan seorang anak kepada paman dan bibinya. Ya, jadi saya buka saja, beliau namanya Dino Rosano Hansa, adik kandung Emilia Contessa. Saya pribadi juga masih kerabat dari pihak paman dan bibinya,” ungkap Ronald.

Ressa sendiri baru mengetahui bahwa dirinya bukan anak dari pasangan Dino Rosano dan istrinya ketika menginjak usia remaja.

Hal tersebut memicu gejolak emosional dan rasa kecewa mendalam karena selama ini ia tumbuh tanpa mengetahui siapa ibu kandungnya sebenarnya.

“Ressa baru tahu kalau ternyata dia bukan anak dari Pak Dino Rosano itu. Makanya ketika dia melihat pemberitaan tentang perjuangan Denada merawat anaknya di luar negeri, wajar kalau dia sedih dan bertanya-tanya kenapa dia tidak mendapat perlakuan dan hak yang sama,” lanjut Ronald.

Lebih jauh, Ronald mengungkap alasan utama yang membuatnya mengajukan gugatan terhadap Denada.

Menurutnya, keputusan itu bukan semata-mata karena faktor ekonomi, melainkan juga karena adanya tekanan psikis berat yang dialami oleh ibunya yang selama 24 tahun merawat Ressa tanpa menerima imbalan apa pun.

Penyanyi Denada
Sumber :
  • Instagram/denadaindonesia

“Ada penekanan secara psikis kepada ibu saya yang selama ini memberikan bantuan untuk mengasuh anak itu. Beliau tidak pernah menerima sepeser pun uang jasa dari Denada, meskipun sebenarnya tidak pernah meminta,” ujar Ronald.

Ia menuturkan bahwa beban mental yang dialami keluarganya mencapai titik kritis setelah muncul tudingan dan serangan verbal dari pihak keluarga Denada lainnya.

Kondisi itu, katanya, sempat membuat sang ibu jatuh sakit hingga hampir pingsan karena tekanan emosional yang terlalu berat.

“Ada serangan dari pihak adiknya Denada yang kemudian memicu saya mengajukan gugatan ini. Waktu itu saya lihat secara psikis dan mental dari ibu saya sudah sampai titik hampir pingsan, jatuh sakit karena peristiwa yang jadi latar belakang saya mengajukan gugatan ini,” ujarnya dengan nada tegas.

Ronald juga menegaskan bahwa gugatan terhadap Denada bukan bertujuan untuk mencari keuntungan finansial, melainkan demi memperoleh keadilan moral atas perlakuan yang dianggap tidak manusiawi terhadap Ressa dan keluarga yang telah membesarkannya.

Ia menegaskan, selama 24 tahun, keluarga besarnya tidak pernah menerima bantuan dalam bentuk apa pun dari Denada.

Bahkan, kebutuhan dasar seperti pendidikan dan tempat tinggal ditanggung sendiri oleh pihak keluarga tanpa bantuan eksternal.

Ronald berharap Denada dapat menunjukkan itikad baik dengan hadir dalam sidang mediasi yang dijadwalkan pada 15 Januari 2026.

Menurutnya, langkah itu akan menjadi bukti bahwa Denada masih memiliki tanggung jawab moral terhadap anak yang kini menggugatnya di pengadilan.

Publik menantikan langkah Denada berikutnya, apakah ia akan hadir dalam mediasi untuk memberikan klarifikasi langsung atau tetap memilih diam di tengah desakan publik dan tekanan emosional dari kedua belah pihak. (adk)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:10
08:13
08:52
02:17
01:33
03:09

Viral