- Basarnas Semarang
Fakta Terbaru Penemuan Syafiq Ali di Gunung Slamet, Diduga Meninggal Beberapa Hari Sebelum Ditemukan
“Korban sepertinya baru saja meninggal dunia. Perkiraan kami sekitar empat sampai lima hari sebelum ditemukan. Kondisi tubuh korban masih cukup baik,” lanjutnya.
Kondisi jasad Syafiq yang masih utuh dan tidak membusuk parah menunjukkan bahwa kematiannya tidak terjadi 17 hari lalu, melainkan baru beberapa hari terakhir sebelum ditemukan.
2. Diduga Alami Hipotermia
Tim SAR menduga penyebab kematian Syafiq adalah hipotermia, yaitu kondisi ketika suhu tubuh turun drastis akibat cuaca dingin di ketinggian ekstrem.
Dugaan ini diperkuat dengan temuan pakaian korban yang tidak lengkap dan beberapa perlengkapan yang tercecer.
“Korban mengalami hipotermia. Ia sempat melepaskan celana hingga sebatas dengkul, serta sepatu dan kaus kaki. Ceceran perlengkapan itu ditemukan di sekitar lokasi,” jelas Arie.
Fenomena membuka pakaian saat hipotermia berat dikenal dengan istilah paradoxical undressing.
Penderita merasa panas berlebihan padahal suhu tubuhnya sebenarnya turun ekstrem. Kondisi ini umum terjadi pada korban hipotermia berat di pegunungan.
Selain itu, kondisi Gunung Slamet yang sering diguyur hujan, diselimuti kabut tebal, serta memiliki suhu ekstrem di atas 2.500 mdpl memperbesar risiko hipotermia, terutama bagi pendaki tanpa perlengkapan yang memadai.
3. Ditemukan di Tebing Kawah Dekat Puncak
Fakta lain yang terungkap adalah lokasi penemuan jasad Syafiq.
Menurut Catur Budi Fajar Sumarmo, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, Syafiq ditemukan di tebing kawah Gunung Slamet, hanya sekitar 50 meter dari puncak.
“Jadi tidak di bawah kawah, tapi masih ada di tebing kawah. Dalam posisi terbaring, dalam kondisi sudah meninggal dunia. Kedalaman kurang lebih dari puncaknya sekitar 50 meteran,” ujar Catur kepada wartawan di Pemkot Magelang, dilansir dari detikJateng.
Kondisi medan yang curam dan licin membuat proses evakuasi berjalan sulit.
Tim SAR harus berhati-hati menurunkan jasad korban karena risiko longsor dan kabut pekat.
Penemuan Syafiq menimbulkan perdebatan di kalangan relawan karena area tempat korban ditemukan dikabarkan telah disisir berkali-kali dalam pencarian sebelumnya.
Namun, kondisi cuaca ekstrem dan medan sulit diyakini menjadi faktor utama yang menghambat tim dalam menemukan korban lebih awal.