- youtube Sumar adi wijaya
Bukan Hanya Syafiq Ali, Ada Kisah Lain Pendaki Gunung Slamet yang Selamat Merasakan Hal Mistis dan Penyesalan karena Hal ini
Jakarta, tvonenews.com- Viralnya kisah pendaki Syafiq Ali menghilang dan ditemukan meninggal dunia di Gunung Slamet. Menarik seluruh mata untuk melihat kisah lainnya.
- Istimewa
Syafiq Ali merupakan pelajar asal Magelang yang dinyatakan hilang sejak Desember 2025 dan ditemukan pada 14 Januari 2026. Sekitar 17 hari masa pencarian hingga menemukan jasadnya.
Tak disangka dalam perjalanannya bersama sang kawan, Himawan mendaki berdua ke Gunung Slamet berujung pada kabar duka. Dia ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
"Korban mengalami hipotermia. Ia sempat melepaskan celana hingga sebatas dengkul serta sepatu dan kaus kaki. Ceceran perlengkapan itu ditemukan di sekitar lokasi," kata Ketua Operasi SAR Wanadri Arie Affandi, Rabu (14/1/2026).
- youtube Sumar adi wijaya
Kisah Selamat Pendaki Gunung Slamet
Satu kisah seorang pendaki, Dede dalam ceritanya diyotube Sumar Adi Wijaya membagikan kisah horornya. Juga disisipkan pesan mendalam untuk dipahami masyarakat awam soal mendaki gunung.
Dalam ceritanya, Dede menyebutkan merasakan banyak kejanggalan sebelum dan sesudah mendaki Gunung Slamet via Bambangan pada Februari 2025 lalu.
Namun dia merangkumnya agar semua pendaki bisa menyiapkan fisik sehat dan kotak p3k juga obat-obatan,
Pasalnya kejadian tak terduga, seperti hal mistis dan sakit bisa terjadi kala di atas Gunung. Seperti halnya, ia rasakan yaitu sang kekasih mendadak haid dan kesakitan, dan temannya yang baru sembuh dari sakit.
"Gue diawal sempat nggak mikir hal horor lebih ke hal yang medis (efek kekasihnya haid pertama). terus gua baca-baca dan doain air untuk cewe gua," katanya dikutip dari Youtube Sumar Adi Wijaya, Kamis (15/1).
"pas digubuk tua pos 2 via bambangan itu, cewe gua bilang 'kok banyak orang makan ya di gubuk tua itu padahal serem'. Pas gua lihat itu emang ada orangnya di gubuk tapi pas lihat ke atas ada kuntilanak," jelasnya.
Lebih lanjut Dede yang mendaki sebanyak 5 orang. Dengan pacarnya dan rekannya yang membawa teman cewe ditambah satu orang sebagai swiper. Hal yang buatnya terkejut, karena temannya sempat menyembunyikan kondisi kesehatannya sebelum mendaki.
Tak disangka saat mendaki langsung mengalami sakit di atas Gunung. Secara tak langsung membuatya khawatir dan kesulitan.
Dede mebagikan kisahnya, kalau saat pendakian juga terkejut seorang pendaki yang sempat dibantunya dikabarkan meninggal dunia.
"pas gua baru sampai pos 4 naik dikit tiba-tiba ada orang lari, teriak kain kasa-kasa. pas gua lihat ada orang pegangan ranting, ada ranting tapi patah kena kepalanya dan robek dan darahnya ngalir," katanya bercerita.
Seperti diketahui, apabila melihat kabar media nasional, pendaki yang ditemukannya melalui via Bambangan memang dikabarkan berasal dari Bekasi, Jawa Barat meninggal saat perjalanan evakuasi ke basecamp Bambangan.
Penutupan dalam ceritanya, Dede menyadari dia telah melakukan kesalahan yaitu ia merasa sudah menantang. Hal ini ia sampaikan sebagai bentuk keyakinannya pada hal mistis atau horor yang dialaminya.
"Gua minta maaflah kayanya, kaya maaf kalau gua atau kesannya nantangin di sini. Gua nggak (niat) sebenarnya nantangin," pesan Dede.(klw)