- Instagram/paula_verhoeven
Suara Hati Paula Verhoeven setelah Tahu bakal Ada Masjid di Melbourne Australia: Saya Sudah Lama Ingin Bangun
Jakarta, tvOnenews.com - Artis Paula Verhoeven tampaknya mengetahui ada masjid yang ingin dibangun di Kota Melbourne, Australia.
Paula Verhoeven tak biasa menyembunyikan perasaan bahagianya lagi. Pasalnya masjid tersebut hasil dari menang lelang bekas gedung kantor polisi di Laverton, Melbourne, Victoria, Australia.
Adapun masjid tersebut merupakan gebrakan yang digagas oleh Indonesian Muslim Community of Victoria (IMCW) atau Komunitas Muslim Indonesia bagian Victoria.
Paula Verhoeven mengaku hatinya tergetar mendengar adanya rencana pembangunan masjid di lahan wakaf. Mantan istri Baim Wong ini siap memberikan kontribusinya.
"Saya sudah lama ingin bangun masjid," ujar Paula Verhoeven dalam keterangan resmi diterima tvOnenews.com, Senin (19/1/2026).
Paula Verhoeven Diajak Berkontribusi Bangun Masjid di Australia
- Istimewa
Lebih lanjut, Paula menginginkan harapan yang diperjuangkan Komunitas Muslim Indonesia dapat terwujud di Australia. Hal ini sebagai bentuk perluasan dakwah Islam di Negeri Kanguru.
Menurutnya, kehadiran lahan wakaf untuk pembangunan masjid yang akan berfungsi sebagai Islamic Centre di Kota Melbourne, bantu memenuhi kegiatan ibadah dan dakwah umat Muslim di Australia.
Hal ini mengingat umat Muslim masih minoritas di Australia. Terlebih lagi, Islamofobia semakin meningkat akibat serangan teror anti-Semit di Pantai Bondi, Sydney pada 14 Desember 2025.
Paula berharap umat Muslim di Melbourne, dapat leluasa menjalani ibadahnya, terutama bagi anak-anak, orang tua, lansia, hingga para mualaf di Kota Melbourne.
Ia pun bersyukur diajak berkolaborasi sekaligus berkontribusi dalam agenda pembangunan Islamic Centre tersebut. Menurutnya, hal itu adalah pencapaian luar biasa memperluas dakwah di Australia.
"Alhamdulillah diajak Ustaz Fatih Karim, beliau menawarkan untuk membantu saudara Muslim di Melbourne, untuk memiliki tempat ibadah yang bagus seperti halnya kita di Indonesia," ucapnya.
Selain Paula Verhoeven, Aa Gym juga memberikan pendapatnya terkait pembangunan masjid di lahan wakaf seluas 1.800 meter persegi di Melbourne, Australia.
"Sangat bahagia, sangat bersyukur, Allah memberikan jalan karena yang membolak-balik hati adalah Allah," ungkap Aa Gym saat ditemui tvOnenews.com di The Tribratasa Darmawangsa Jakarta, Sabtu (17/1/2026).
Aa Gym merasa bangga dengan inisiasi dari IMCW. Menurutnya, sangat jarang gedung bekas kantor polisi berubah menjadi tempat ibadah.
"Bayangkan saja kantor polisi dijual jadi masjid. Ini sebuah sejarah baru. Karena itu, ini harus disikapi bukan minta sumbangan ya, tetapi menginformasikan adanya ladang amal," bebernya.
Ia berharap masyarakat Indonesia menunjukkan antusiasnya untuk pembangunan gedung tersebut. Hal ini sebagai langkah memudahkan ibadah dan dakwah di Negeri Kanguru.
"Harusnya masyarakat melihat ini tuh menjadi kesempatan besar supaya mendapatkan pahala amal jariyah yang melimpah," pesannya.
Aa Gym mengaku kaget antusias umat Muslim Indonesia maupun warga asli di Kota Melbourne, begitu tinggi dengan adanya pembangunan masjid tersebut.
Saat ditanya terkait Islamofobia setelah serangan teror di Bondi, Aa Gym menegaskan hal itu bukanlah hambatan. Menurutnya, selama langkah dakwah berlangsung positif maka hal itu menunjukkan betapa indahnya ajaran agama Islam.
"Tenang aja yang Islamofobia itu bukan musuh. Bukan masalah Islamofobia itu, yang jadi masalah, kita membantu mereka paham (agama Islam) atau tidak, kita jadi contoh Islam yang baik atau tidak," ucapnya.
Sementara, Presiden IMCW, Andri Nursafitri menyampaikan, kemenangan pembelian lelang gedung bekas kantor polisi di Laverton, telah terjadi pada Desember 2025. Komunitas Muslim Indonesia sudah menyetor pembayaran sebesar Rp14 miliar.
Kata Andri, batas waktu pelunasan pembelian lelang gedung tersebut pada Maret 2026. Hal tersebut merupakan hasil dari kesepakatan dan peraturan dari pemerintah setempat.
Sementara, biaya yang dibutuhkan dalam tenggat waktu tiga bulan sebesar Rp28 miliar. Andri berharap tujuan membuat pusat Dakwah dan Empowerment Centre lewat gedung itu lancar tanpa kendala.
"Apabila pelunasan tidak dapat diselesaikan hingga tenggat waktu tersebut, maka uang muka senilai Rp2,8 miliar berpotensi hangus. Sekaligus menghapus peluang memperluas dakwah Islam di Melbourne," kata Andri.
(hap)