- YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo
Pencarian Jati Diri Ressa Rizky, Bertemu Sopir yang Ungkap Kisah Masa Lalunya
tvOnenews.com – Gugatan yang dilayangkan Ressa Rizky terhadap penyanyi Denada Tambunan terus menyedot perhatian publik. Di tengah proses hukum yang masih berjalan, Ressa mulai membuka lembaran kisah pribadinya yang selama ini tersimpan rapat.
Untuk pertama kalinya, Ressa menceritakan perjalanan emosional saat mengetahui fakta tentang asal-usul dirinya, sebuah kebenaran yang selama bertahun-tahun menjadi tanda tanya dalam hidupnya.
Ia mengungkapkan, informasi tersebut tidak ia dapatkan dari keluarga inti, melainkan melalui pencarian panjang yang akhirnya mempertemukannya dengan sosok tak terduga.
Ressa mengaku bertanya ke banyak orang hingga akhirnya bertemu sopir yang pernah membawanya dari Jakarta ke Banyuwangi ketika ia masih bayi.
- Kolase YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo - Instagram/denadaindonesia
“Dia langsung nangis,” ujar Ressa, mengenang reaksi sang sopir saat ditanya, seperti dikutip dari YouTube Denny Sumargo.
Dari pertemuan itu, Ressa mulai memperoleh gambaran tentang masa lalunya. Ia mendengar langsung cerita sang sopir mengenai perjalanan hidupnya di awal kelahiran.
“Intinya dia bilang, ibu kandungmu itu Denada. Kamu dibawa dari Jakarta ke Banyuwangi naik mobil dan dititipkan ke Mama Ratih,” tutur Ressa menirukan ucapan sang sopir.
Pengakuan tersebut membuat Ressa terpukul. Ia mengaku sempat mengalami tekanan batin yang mendalam.
“Stres satu bulan, menyendiri,” katanya.
- Tangkapan layar YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo
Rasa kecewa dan kebingungan bercampur menjadi satu. Ressa mempertanyakan alasan mengapa dirinya harus melewati masa kecil yang penuh ujian.
“Kok setega itu. Aku kecil sakit-sakitan,” ucapnya sambil menahan tangis.
Perasaan itu semakin kuat ketika ia membandingkan perhatian Denada terhadap anaknya saat ini. Ressa mengaku sulit menepis rasa perbedaan perlakuan yang ia rasakan.
“Kalau dibilang pilih kasih, ya pilih kasih. Maaf, bukan mau nyangkutkan yang lain, tapi harus ngomong,” katanya.
“Anaknya Mbak Dena sekarang sakit sedikit saja diperjuangkan sampai segitunya. Aku yang katanya sehat, kenapa malah diginiin,” lanjutnya.
- YouTube/Cumicumi.com
Pengakuan tersebut membuat Ressa menarik diri dari lingkungan sekitar. Ia memilih lebih banyak diam dan merenung, mencoba menerima kenyataan pahit yang baru ia ketahui.
“Sebulan saya nggak mau ngomong sama siapa-siapa. Lebih banyak merenung,” ujarnya.
Upaya mencari jawaban dari orang terdekat pun tidak berjalan mudah. Ressa mengaku sempat bertanya kepada sosok yang selama ini ia panggil ibu, namun tidak langsung mendapatkan kejujuran.
“Waktu tanya Mama, awalnya nggak mau jujur,” katanya.
“Baru setelah Ressa desak, Mama akhirnya bilang,” sambungnya.
Meski kini telah mengetahui kebenaran, Ressa mengakui bahwa keinginannya selama ini sulit untuk diungkapkan secara langsung.
- YouTube/denadaindonesia
Jarak emosional yang terbangun membuatnya bingung bagaimana harus menyampaikan perasaan tersebut.
“Dari dulu pengin pengakuan, tapi bingung ngomongnya gimana. Soalnya Ressa juga nggak dekat sama Mbak Dena,” tuturnya.
Hubungannya dengan Denada selama ini pun disebut sangat terbatas.
“Ketemu cuma seperti Mbak dan Adik, salim saja,” katanya.
Saat ditanya apakah ia ingin memanggil Denada sebagai ibu, Ressa dengan jujur mengungkapkan isi hatinya.
“Pengen banget,” ucapnya singkat.
Meski menyimpan luka dan kekecewaan, Ressa menegaskan dirinya tidak menyimpan kebencian. Baginya, ikatan darah tetap tidak bisa dihapuskan.
“Aku nggak benci. Bagaimanapun, itu tetap ibu Ressa,” pungkasnya.
(gwn/amr)