- Instagram @lulalahfah
7 Hari Kepergian Lula Lahfah, Keluarga Ungkap Luka yang Masih Terasa Hingga Kini
Sepupu Lula Lahfah. (Sumber: YouTube Cumicumi)
Saat ditanya mengenai sejak kapan Lula sakit, sepupu tersebut mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan Lula sudah berlangsung cukup lama.
“Kakak Lula sakit sudah lama. Dia tuh sudah punya GERD sudah lama. Sakit di perutnya kompleks tuh sudah dari lama,” katanya.
Ketika awak media menanyakan sejak tahun berapa Lula mengalami sakit tersebut, sang sepupu mengaku tidak mengetahui secara pasti.
“Enggak tahu deh aku dari tahun berapa setahu aku. Tapi sudah lama karena kan jarang kontak ya sama Kak Lula, karena dia kan sibuk banget. Ketemu paling Lebaran,” lanjutnya.
Terkait pemeriksaan kepolisian yang telah memanggil beberapa saksi, pihak keluarga mengaku belum terlalu mengikuti perkembangan tersebut. Rasa kehilangan yang masih mendalam membuat mereka belum fokus pada hal-hal teknis.
“Aku belum tahu sih soalnya aku baru nyampe ya. Aku belum tahu sih kalau soal polisi karena masih kaget juga ya, maksudnya masih kehilangan juga, masih grieving juga. Jadi aku enggak merhatiin sih soal kepolisian gitu,” ucap sepupu Lula.
Ia juga menggambarkan kondisi keluarga besar Lula Lahfah yang hingga kini masih larut dalam kesedihan.
“Ya, masih gimana ya, Mas. Baru 7 hari masih sedih lah. Masih suka nangis, masih kadang cerita-ceritain momen-momen dulu sama Kak Lula kayaknya gimana. Masih denial ya sampai sekarang, masih kadang suka baca-bacain chat sama Kak Lula gitu karena emang orangnya baik banget,” tuturnya.
Di mata keluarga, sosok Lula Lahfah dikenal sebagai pribadi yang hangat dan penuh perhatian.
“Di mata aku baik banget. Dia selalu ingat sama aku, kayak setiap ke mana-mana selalu ingat terus. Terus orangnya enggak sombong, terus kayak setiap ke mana-mana pasti bawain oleh-oleh buat keluarganya, saudara-saudaranya gitu. Jadi enggak pelit, baik banget, terus orangnya tuh seru,” pungkasnya.
Hingga kini, 7 hari kepergian Lula Lahfah masih meninggalkan luka yang terasa nyata bagi keluarga. Kenangan tentang almarhumah terus hidup di tengah rasa duka yang belum sepenuhnya mereda.