- Tangkapan layar YouTube Purnomo Belajar Baik
Kisah Mbah Kirno ODGJ di Ponorogo, Dipasung Jeruji Besi 20 Tahun Gegara Ilmu Rawarontek Kini Dijemput Ipda Purnomo
Keluarga mencontohkan amukan yang sulit terkendali dari Mbah Kirno. Sebuah besi pernah patah akibat tekanan batin yang bergejolak tanpa arah.
Kirno juga pernah memakan bambu dengan giginya. Ironisnya, pernah meminum oli satu liter, makan api, makan ayam mentah sehingga kemampuannya disebut telah di luar batas nalar manusia.
"Bisa (mondar-mandir). Tapi, dia nggak bisa berdiri. Kalau berdiri, dia kekuatannya bertambah. Dia punya ilmu hitam yang banyak," ucap Sarti.
Walau begitu, Mbah Kirno tetap mendapat kebutuhan makan, minum, dan sebagainya. Pihak keluarga rutin memberikannya dari luar kerangkeng jeruji besi berukuran 0,5 meter.
Untuk urusan sakit, pihak keluarga sebenarnya rutin memberikan obat kepada Mbah Kirno. Bahkan melibatkan medis karena sering dikunjungi Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo dan obat dari Puskesmas setempat.
Namun demikian, upaya tersebut sulit membuahkan hasil lantaran Mbah Kirno sulit meminum obat. Mau tak mau, Kirno menjalani kehidupan tanpa bergerak sedikit pun selama 20 tahun.
"Mau diobati nggak jadi. Dia tuh mengamuk, dia dikasih obat itu nggak mau minum," jelas Kepala Desa setempat.
Tubuhnya semakin memprihatinkan hanya bisa terbaring tidur. Bahkan warna rambutnya semakin putih hingga lebat lantaran terkunci dari dalam jeruji besi.
Mbah Kirno Dijemput Polisi
Kisah pilunya terdengar pihak Kepolisian. Hal ini menggetarkan hati Ipda Purnomo dan tim menjemput Mbah Kirno.
Ipda purnomo menyampaikan, proses penjemputan mulanya sempat ditolak pihak keluarga. Ia memahami karena kekhawatiran Mbah Kirno kembali mengamuk dan emosinya kumat.
Ia juga mempertegas kepada pihak keluarga, bahwa dirinya siap menyembuhkan bahkan merawat Mbah Kirno.
"Saya ke sini nanti diminta persetujuan segala macam. Saya demi kemanusiaan saya rawat seumur hidup," tegas Purnomo.
Hingga pada akhirnya, proses negosiasi yang sebelumnya berjalan alot kini Purnomo dan tim diizinkan mengevakuasi Mbah Kirno.
Ipda Purnomo bersama jajaran pihak Kepolisian serta tim rescue langsung mengeksekusi. Proses evakuasi diperkirakan sekitar satu jam.
Petugas dan pihak Kepolisian memakai gerinda dan linggis agar mudah membuka kandang besi. Sebab, kunci gembok dipakai mengurung Mbah Kirno telah hilang.