news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mohan Hazian.
Sumber :
  • YouTube/celloszxz

Korban Sebut Tak Ada Permintaan Maaf dari Mohan Hazian, Justru Diteror Nomor Asing!

Korban kasus dugaan pelecehan oleh Mohan Hazian buka suara. Ia mengaku belum menerima permintaan maaf, justru dihubungi nomor asing yang ingin menemuinya.
Selasa, 10 Februari 2026 - 17:47 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Mohan Hazian, pendiri brand streetwear Thanksinsomnia, terus bergulir dan menjadi sorotan.

Setelah Mohan buka suara dan membantah tuduhan pemerkosaan yang dialamatkan padanya, kini pihak korban kembali memberikan klarifikasi baru yang membuat publik semakin geram.

Melalui akun media sosial X, korban yang pertama kali membongkar kasus ini dengan inisial Saa, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada permintaan maaf resmi dari pihak Mohan maupun brand yang terlibat.

Bahkan, ia mengaku justru mendapatkan teror dari nomor asing yang mengaku sebagai perwakilan pelaku.

Dalam pernyataannya di media sosial, Saa menegaskan bahwa dirinya tidak pernah dihubungi atau menerima permintaan maaf dari pihak Mohan Hazian.

“Sampai saat ini, tidak ada itikad baik dari pelaku maupun brand untuk menghubungi saya, ataupun korban lain dan tidak ada permintaan maaf yang saya, ataupun korban lain terima,” tulis Saa di akun X miliknya.

Ia juga menambahkan bahwa harapannya kini hanya satu, agar tidak ada lagi ruang bagi pelecehan seksual, terutama di lingkungan industri kreatif yang selama ini dianggap masih menyimpan banyak kasus serupa.

Mohan Hazian dan Istri, Alya Putri.
Sumber :
  • Instagram @mohanhazian

“Saya berharap tidak ada lagi ruang untuk pelecehan seksual,” lanjutnya.

Pernyataan itu mendapat dukungan besar dari warganet yang sejak awal mengikuti kronologi kasus tersebut.

Banyak yang menilai sikap Mohan yang hanya meminta maaf secara umum tanpa menyebut korban secara spesifik tidak menunjukkan itikad baik.

Tak hanya itu, Saa juga menceritakan pengalaman tidak menyenangkan setelah unggahannya viral.

Ia mengaku dihubungi oleh nomor asing melalui WhatsApp yang mengaku sebagai perwakilan dari pihak Mohan Hazian.

“Saya dihubungi via WhatsApp oleh nomor yang menyatakan bahwa mereka adalah perwakilan pelaku. Saya diminta bertemu,” ungkap Saa.

Menurutnya, nomor itu mengetahui identitas pribadinya, padahal selama ini ia hanya memberikan kontaknya kepada Talent Scouter brand dengan inisial S.

Hal ini membuat korban curiga karena nomor tersebut menolak memberikan identitas jelas.

Mohan Hazian
Sumber :
  • Instagram/mohanhazian

“Saat saya tanya dengan siapa, dari lembaga mana, dan mengetahui nomor saya dari mana, nomor tersebut tidak menjawab. Kemudian nomor tersebut bilang bahwa mereka adalah perwakilan dari keluarga pelaku,” tulisnya lagi.

Saa menolak permintaan pertemuan tersebut dan mengaku tidak memiliki urgensi untuk bertemu dengan pihak keluarga pelaku, apalagi tanpa kejelasan.

Ia menambahkan bahwa dirinya kini sudah mendapatkan pendampingan hukum dan tengah memproses langkah-langkah selanjutnya secara resmi.

“Nomor tersebut meminta bertemu lagi dan meminta saya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Saya tidak merespons dan saat ini sedang memproses pendampingan hukum,” tegas Saa.

Unggahan Saa sontak menuai respons luas dari publik.

Banyak yang menunjukkan empati dan memberikan nasihat agar korban tetap berhati-hati menghadapi situasi ini.

Warganet khawatir langkah “pertemuan” tersebut bisa menjadi upaya intimidasi atau manipulasi agar kasus mereda.

“Diajak ketemu gini bikin takut dan trauma sih, tapi saran bawa pendamping sebanyak-banyaknya yang kamu percaya. Ketemunya di tempat umum biar banyak saksi,” tulis seorang netizen.

“Stay safe, Kak. Kalau si pelaku minta ketemu aku sangat takut nanti kamu justru makin dipojokkan dan dirundung supaya berhenti menuntut keadilan,” tambah yang lain.

“Hati-hati ya, karena saya yakin pelaku bakal ngelakuin apa aja buat nyelametin mukanya. Semoga cepat dapat keadilan,” komentar pengguna lain.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik karena bukan hanya menyangkut nama Mohan Hazian di industri fashion lokal, tetapi juga memperlihatkan bagaimana korban pelecehan masih harus menghadapi tekanan dan teror bahkan setelah bersuara. (adk)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:50
01:49
00:45
02:17
01:12
00:52

Viral