- Fauzi Fradipta Abbas/tvOnenews
Selalu Duduk di Kursi Prioritas KRL, Seorang Ibu-ibu Diduga Pakai PIN Ibu Hamil Tak Resmi dari KAI Commuter Heboh
Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah video menunjukkan seorang ibu-ibu diduga hamil duduk di kursi prioritas kereta Commuter Line (KRL) viral di media sosial.
Dalam video diunggah akun Instagram @dianassyifa, Selasa (10/2/2026), ibu-ibu tersebut disorot lantaran diduga tidak menggunakan layanan PIN ibu hamil tak resmi dari PT KAI Commuter.
Melalui keterangan video, ibu-ibu itu selalu menggunakan sebuah PIN hampir serupa dengan pengeluaran resmi sejak Desember 2025. Hanya saja perbedaannya terletak tidak ada logo "KAI Commuter".
"Sempat ketemu orang ini di awal Desember kemarin. Udah sempat curiga sama pin bumilnya soalnya nggak kayak PIN offisial yang dikeluarin sama KRL," bunyi keterangan tertulis dalam video tersebut dilansir, Rabu (11/2/2026).
Isu Penumpang Ibu Pura-pura Hamil Semakin Heboh
- Instagram/@dianassyifa
Akibat kecurigaan tersebut, banyak pengguna KRL memunculkan isu terkait PIN ibu hamil sebagai layanan dari KAI Commuter. Sebab, diduga banyak yang menjual PIN ibu hamil palsu serupa dengan layanan KAI.
Sontak, banyak oknum memanfaatkan PIN ibu hamil bodong menimbulkan perdebatan di ruang publik. Pasalnya, masih banyak ibu hamil harus mengalah lantaran tidak memiliki layanan PIN dari KAI Commuter.
"Berhubung di story ramai dan banyak yang minta untuk viral, maka mari kita up ini ke reels. Yakin sih kayaknya yang model-model begini banyak, nggak cuma satu doang. Secara pin bumil abal-abal itu banyak berkeliaran di toko (online)," tulis @dianassyifa.
Ia pun meminta agar seluruh pengguna KRL bersikap bijak. KAI Commuter telah menyediakan fasilitas sesuai porsi dan fungsinya masing-masing.
"Kasihan para penumpang yang benar-benar prioritas dan benar-benar membutuhkan jadi harus mengalah sama orang-orang model begini. Kalau emang sekiranya nggak enak badan atau memang butuh duduk, ya bilang aja gitu lho jangan pakai cara licik kayak gini," jelasnya.
"Tolong banget jangan ditiru ya yang model-modoel begini. Ini namanya penyalahgunaan fasilitas," sambungnya.