- Kolase tvOnenews.com / YouTube MNCTVrumahnyadangdut - HepiNews
Kuasa Hukum Denada Angkat Bicara Soal Ressa yang Canggung Panggil Ibu: Nggak Logis Alasannya
tvOnenews.com - Hubungan antara penyanyi Denada Tambunan dan putranya Ressa Rizky Rossano masih menjadi perhatian publik.
Setelah pengakuan Denada bahwa Ressa adalah anak kandungnya, publik berharap hubungan ibu dan anak ini segera mencair.
Namun kenyataannya, komunikasi keduanya masih terasa dingin dan penuh kecanggungan.
Sebelumnya, pihak Ressa melalui kuasa hukumnya Ronald Armada mengungkap bahwa Ressa merasa bingung dan canggung untuk memanggil Denada sebagai “ibu”.
Menurut Ronald, Denada sendiri sempat menulis pesan kepada Ressa dan membiarkan panggilan itu disesuaikan dengan kenyamanan sang anak.
“Dia bingung juga sekarang ini harus manggil 'Ibu' tah manggil 'Mbak' tah. Soalnya di dalam chat-an itu Denada sudah bilang 'Ya terserah nanti nyamannya mau panggil apa', itu pun aneh kan rasanya. Coba gimana rasanya?” kata Ronald.
Ressa sendiri mengakui bahwa dirinya masih merasa canggung karena belum pernah bertemu langsung dengan Denada setelah 24 tahun disembunyikan.
“Ya iya balik lagi canggung, canggung. Terus kan belum ketemu langsung, kalau ketemu langsung kan beda,” ujar Ressa.
- Kolase tvOnenews.com / YouTube HepiNews / Instagram @denadaindonesia
Menanggapi hal itu, kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, menilai alasan kecanggungan tersebut tidak masuk akal.
Menurutnya, seorang anak yang sudah mengetahui siapa ibu kandungnya seharusnya secara naluriah memiliki dorongan untuk mendekat, bukan justru menjaga jarak.
“Gak logis, kalau alasannya kayak gitu. Sudah tahu ini ibunya kok masih bingung mau manggil ibu atau Mbak. Kan ya aneh, seorang anak, saya ulangi lagi ya, ibarat tahu oh ini ibumu loh, itu jangankan mau manggil Mbak, mesti langsung mencari 100 persen. Minimal tanyalah ibuku yang di mana. Ini gak, kan ya aneh kalau alasannya mungkin canggung manggil,” ujar Iqbal, dikutip dari YouTube Intens Investigasi.
Iqbal juga menambahkan bahwa secara etika dan budaya Timur, hubungan antara ibu dan anak kandung seharusnya dijunjung tinggi, apalagi setelah kebenaran status tersebut sudah diakui secara terbuka.
“Kalau Ressa asli sebagai anak, dia yakin sebagai anaknya Mbak Denada. Jangankan sekarang, kemarin sudah nemui, harusnya langsung sujud sungkem kepada ibu. Kan enak punya ibu, ada yang doakan langsung,” tambahnya.
Iqbal menegaskan bahwa Denada sudah berupaya menjalin komunikasi dengan Ressa sejak awal.
Ia menilai hambatan komunikasi yang masih terjadi seharusnya tidak perlu ada jika keduanya sama-sama berniat memperbaiki hubungan.
- YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo
“Untuk para prinsipal masing-masing kan sudah punya nomor HP. Apalagi ini ibu dan anak sudah lama kok. Sebetulnya diketahui juga sudah lama ya. Seharusnya ya langsung aja gitu,” ujar Iqbal.
Ia juga menilai, tindakan Ressa yang hanya membalas pesan singkat Denada dengan ucapan “Waalaikumsalam” tanpa percakapan lanjutan menunjukkan bahwa masih ada jarak emosional yang belum terurai.
“Mbak Denada ini kan sudah upaya untuk menghubungi di WA juga sudah masuk, bahkan pernah dibalas satu kali waalaikumsalam gitu tok. Nah, ini kan kita simpulkan apa anak ini masih belum mau ketemu saya kan gitu sebagai ibu. Apa masih benci kepada saya atau mungkin ada faktor lain kan gitu,” tambah Iqbal.
Meski demikian, Iqbal mengaku masih yakin bahwa sikap Ressa yang tampak dingin bukanlah wujud dirinya yang sebenarnya.
Ia menduga masih ada perasaan bimbang dan tekanan dari berbagai pihak yang membuat Ressa menahan diri untuk bertemu Denada.
“Kalau saya gak maulah nuduh gitu ya. Cuman saya yakin kalau sikap atau yang kita lihat ini saya yakin bukan sikapnya Ressa asli. Karena apa? Saya juga anak, saya punya ibu juga. Ibarat saya jadi Ressa ini, kejadian yang kemarin-kemarin ya anggaplah itu memang jalannya,” ungkap Iqbal. (adk)