- Instagram/mommy_starla
Inara Rusli Akui Ramadhan Tahun Ini Penuh Ujian Berat: Jawaban dari Doa yang Diminta
tvOnenews.com - Inara Rusli kembali menjadi sorotan publik, namun kali ini bukan karena pemberitaan sensasional, melainkan karena curahan hatinya tentang perjalanan hidup, ujian, dan keikhlasan dalam menerima takdir.
Momen refleksi tersebut diungkap Inara saat dirinya merayakan ulang tahun ke-33 pada 20 Februari 2026.
Alih-alih merayakan dengan pesta mewah seperti kebanyakan selebritas, Inara justru memilih merayakannya di panti asuhan.
Ia datang dengan mengenakan busana sederhana, membawa makanan, dan berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim.
Dalam wawancaranya, ia mengungkap bahwa hidupnya belakangan ini memang tidak mudah.
Banyak ujian datang silih berganti, mulai dari permasalahan pribadi hingga urusan hukum yang menyita perhatian publik.
Namun, di balik beratnya ujian tersebut, Inara justru melihatnya sebagai jawaban dari doa-doanya sendiri.
- YouTube/reybenentertainment
“Luar biasa ya, masyaallah. Kita selalu enggak pernah expect ya untuk jawaban dari doa yang kita minta, yang kita panjatkan kepada Allah," ujar Inara Rusli dilansir dari YouTube Reyben Entertainment.
"Salah satunya ketika aku minta untuk digenapkan amalan aku, karena aku merasa apa yang sudah aku kumpulkan, pahala yang sudah kukumpulkan, itu masih kurang cukup, masih kurang kesempatan, masih kurang tergenapi. Jadi aku berharap sama Allah, ‘Ya Allah, tolong berikan limpahan pahala, amal jariah yang baik supaya aku punya tabungan, punya bekal ketika berpulang nanti ke akhirat.’ Ya, luar biasa lah ya ujiannya. Setara dengan apa yang kita minta,” sambungnya.
Lebih lanjut, Inara berbagi pandangannya tentang cara menyikapi ujian hidup.
Ia mengaku, setiap manusia pasti memiliki sisi ego yang terkadang membuat kita sulit menerima takdir.
Namun, menurutnya, justru di situlah letak pembelajaran yang paling besar.
“Jujur, aku yakin di setiap diri kita pasti ada sisi yang punya ego, merasa tidak terima dengan keadaan hidup. Kadang muncul pertanyaan: ‘Kenapa sih harus aku?’ Tapi setelah bertubi-tubi ujian yang sudah Allah kasih, aku belajar untuk tidak cepat menghakimi kehidupan orang lain atau posisi orang lain. Karena belum tentu sebenarnya kita bisa melewati hal tersebut kalau ada di tempat mereka,” tutur Inara.
Ia juga menambahkan bahwa ujian hidup seharusnya dijadikan kesempatan untuk introspeksi dan memperbaiki diri, bukan untuk membandingkan diri dengan orang lain.
“Setiap orang punya jalur hidupnya masing-masing dan setiap orang itu punya kesempatan untuk menjadi lebih baik dari dirinya yang kemarin, bukan lebih baik dari orang lain,” lanjutnya.
Di momen Ramadhan ini, ia tampak berusaha memfokuskan diri untuk memperbaiki hati dan memperkuat keimanannya.
Ujian demi ujian yang datang kini ia pandang bukan sebagai hukuman, melainkan sebagai jalan untuk semakin dekat dengan Sang Pencipta.
Meski tak mudah, Inara tampak berkomitmen untuk menjalani Ramadhan tahun ini dengan hati yang lapang dan penuh ketulusan. (adk)