- Kolase tvOnenews.com / Istimewa / Instagram @denadaindonesia / Cumicumi
Alasan Ressa Belum Buka Pintu Maaf untuk Denada Diungkap Ronald Armada
tvOnenews.com - Alasan ressa Rizky Rossano belum buka pintu maaf untuk Denada akhirnya diungkap sang kuasa hukum Ronald Armada ke publik.
Ressa disebut masih menahan diri untuk berdamai meski peluang damai dengan Denada tetap terbuka.
Ronald Armada membeberkan bahwa jalan damai sebenarnya bukan hal yang mustahil. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi sebelum gugatan perdata benar-benar dicabut.
Menurutnya, perdamaian tidak bisa hanya dilakukan melalui media sosial atau komunikasi singkat.
Ronald menjelaskan bahwa terdapat tiga pihak prinsipal dalam gugatan tersebut. Pertama adalah Ressa sendiri, kedua ibu angkatnya, dan ketiga ayah angkatnya yang selama ini membesarkan Ressa dengan penuh kasih sayang.
Ia menegaskan bahwa urusan pengakuan anak sebenarnya sudah selesai, tetapi bentuk penyampaian yang dilakukan melalui media sosial dinilai belum cukup menunjukkan penyesalan secara langsung.
Dalam tayangan YouTube Intens Investigasi yang diunggah 21 Februari 2026, Ronald menyampaikan, “Kan itu aja yang sampai saat ini saya tanyakan kepada yang bersangkutan si anak ini. Kamu sudah merasakan itu dari hati apa enggak, Le? Belum katanya. Ya mungkin nanti lah ya next ya.”
Pernyataan itu menunjukkan bahwa Ressa sendiri belum benar-benar merasakan ketulusan dari permintaan maaf yang ada.
Bahkan Ressa sempat mempertanyakan alasan komunikasi yang hanya dilakukan lewat pesan singkat.
“Intinya kan pastinya kan Mbak Dena kan tahu Ressa di mana-di mananya di Jakarta. Kenapa enggak langsung aja gitu? Kenapa harus melalui WhatsApp?” ujar Ressa.
Ronald juga mengungkapkan bahwa Ressa sebenarnya berada dalam posisi yang membingungkan. Ia menilai kliennya merasa takut dan khawatir tidak diterima apabila pertemuan terjadi tanpa adanya kejelasan sikap.
“Dia ini bingung mau menjawab apa lagi gitu loh. Itu makanya dalam jawaban dia yang agak panjang tadi yang saya cerna tadi Ressa itu takut harus berbuat gimana nanti. Jadi simpelnya itu takut nanti dia enggak diterima,” jelas Ronald.
Selain itu, Ronald menekankan bahwa permintaan maaf tidak hanya ditujukan kepada Ressa, tetapi juga kepada kedua orang tua angkatnya.
“Terus yang kedua, permintaan maaf si Denada itu kepada yang prinsipal kedua dan prinsipal yang ketiga yang notabene ini sudah membesarkan Ressa dengan ikhlas dengan rasa kasih sayang tetapi masih dizalimi,” tegasnya.
Ia bahkan membeberkan dugaan perlakuan yang dianggap tidak pantas terhadap orang tua angkat Ressa.
“Penzaliman yang pertama silaturahmi saja antara pihak prinsipal kedua dengan prinsipal ketiga ini enggak pernah dijemput, enggak pernah diterima oleh pihak Denada, bahkan disuruh berdiri di trotoar, suruh menunggu 3 jam setengah 2 hari berturut-turut,” ungkap Ronald.
Menurutnya, hal yang paling disesalkan adalah tidak adanya permohonan maaf secara eksplisit kepada kedua orang tuanya.
“Kenapa yang saya sesalkan kemarin itu Denada di dalam pengakuannya itu tidak juga secara eksplisit menyatakan permohonan maaf kepada kedua orang saya,” katanya.
Ronald pun menegaskan bahwa gugatan yang diajukan bukan semata-mata soal materi.
“Kan saya sudah berkali-kali yang mentrigger saya untuk mengajukan gugatan ini bukan soal angka, tetapi tindakan Denada itu yang saya pandang sudah betul-betul menzalimi harkat dan martabat orang tua saya,” tandasnya.
Dengan demikian, alasan Ressa belum membuka pintu maaf bukan karena menolak perdamaian sepenuhnya.
Pihaknya hanya menginginkan pertemuan langsung dan permintaan maaf yang tulus kepada tiga pihak prinsipal.
Jika itu terpenuhi, peluang pencabutan gugatan tetap terbuka dan konflik panjang ini bisa berakhir damai.
(anf)