- Istimewa
Tragedi 'Sandalku Mana' Viral, Oknum Lurah Nekat Bongkar Warung Warga Diduga Gegara Penolakan Urusan Ranjang
Tegal, tvOnenews.com - Sebuah video berdurasi 23 detik menghebohkan jagat maya. Dalam rekaman itu, seorang pemilik warung, Suheni menangis histeris.
Dilansir dari Instagram @updatebrebes_, Selasa (24/2/2026), sebuah rekaman memperlihatkan insiden oknum kepala desa (Kades) atau lurah berinisial T nekat membongkar sebuah warung milik Suheni di Desa Kaladawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.
Awal mula insiden tersebut saat T diduga mengajak asusila kepada Suheni. Namun begitu, ajakan urusan ranjang dari oknum lurah itu ditolak oleh pemilik warung.
"Kadiran dadi lurah, danggepe wong wadon geleman. Jebule lurah T jalok kelon! Gak dikasih kelon akhirnya dibongkar warungnya," demikian keterangan dalam unggahan video itu.
Rekaman video itu menampilkan suasana yang begitu mencekam. Pemilik warung dibalut dengan penuh kepanikan.
- Istimewa
Pemilik warung panik karena oknum lurah membawa Satpol PP hingga aparat keamanan lainnya untuk membongkar warung. Isak tangis korban pun semakin histeris.
Di tengah-tengah suasana mencekam itu, terdapat teriakan suara warga terekam dalam video dengan jelas.
Teriakan itu menyebutkan "Sandalku mana?". Suara ini justru menjadi pusat perhatian warganet sehingga video pembongkaran warung tersebut viral di media sosial.
Kemudian, warga yang melihat insiden itu menyayangkan aksi pembongkaran diduga berasal dari oknum pejabat maupun Kades.
Publik berpendapat gerakan tersebut sebagai tanda adanya dugaan penyalahgunaan kekuasaan yang begitu nyata alias abuse of power.
Reaksi Kades Diduga Nekat Bongkar Warung Warga yang Viral
Kades Kaladawa, T alias Taslikhin merespons rekaman video berdurasi 23 detik yang viral tersebut. Kejadian tersebut terjadi sejak lama, tepatnya pada 2023.
Kades Kaladawa itu menegaskan, dirinya merasa dirugikan akibat video suasana mencekam tersebut viral di media sosial.
Ia menambahkan, peristiwa pembongkaran itu sudah lama diselesaikan secara kekeluargaan. Ia menyayangkanvideo tersebut kembali mengguncang jagat maya.
"Saya kaget kok rekaman video tersebut muncul lagi. Masalah sudah lama dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan," kata Taslikhin dalam keterangannya
Ia menegaskan, motif kejadian tersebut bukan persoalan urusan pribadi. Pembongkaran terjadi lantaran adanya kesalahpahaman antara pemilik warung dan pemerintah desa.
Pemerintah desa langsung musyawarah akibat insiden dengan Suheni semakin heboh. Dari proses itu, terdapat berita acara kesepakatan dibalut dengan tandatangan dari sejumlah pihak.
Ia mengabarkan, Suheni selaku pemilik warung juga sudah meminta maaf dalam menyikapi kesalahpahaman yang berujung pada aksi pembongkaran.
Ia menyayangkan permasalahan maupun video lama kembali mencuat. Ini tentu sangat rentan menimbulkan persepsi buruk di ruang publik.
(hap)