- YouTube/garudatv
Setahun Menakhodai Maluku Utara, Apa Saja yang Telah Dilakukan Gubernur Sherly Tjoanda?
tvOnenews.com - “Satu tahun mungkin belum cukup untuk menyelesaikan semuanya, namun satu tahun telah cukup membuktikan arah perubahan itu sedang berjalan.” - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda
Postingan terbaru Sherly Tjoanda di akun Instagram pribadinya, @s_tjo, menarik perhatian publik.
Melalui unggahan berdurasi dua menit lebih itu, Sherly membagikan refleksi kinerja selama satu tahun kepemimpinannya sebagai Gubernur Maluku Utara sejak dilantik pada 20 Februari 2025.
Dalam narasinya, Sherly menekankan bahwa perubahan nyata telah mulai dirasakan masyarakat Maluku Utara di berbagai sektor.
Mulai dari pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, hingga pembangunan infrastruktur dan tata kelola pemerintahan.
Ia mengungkapkan, fokus utama pemerintahannya adalah memastikan tidak ada lagi anak Maluku Utara yang tertinggal hanya karena keterbatasan biaya pendidikan.
1. Pendidikan Jadi Pondasi Utama
Dalam bidang pendidikan, Sherly Tjoanda menyampaikan langkah progresif dengan menghapus biaya komite SMA, SMK, dan SLB baik negeri maupun swasta melalui program BOSDA.
Pada tahun 2025, program tersebut dialokasikan dana sebesar Rp38 miliar, dan meningkat menjadi Rp50 miliar pada tahun 2026.
Selain itu, pemerintah juga menggelontorkan lebih dari Rp54 miliar dari APBN, serta Rp92 miliar dari APBD, untuk proyek revitalisasi dan digitalisasi sekolah di seluruh wilayah Maluku Utara.
2. Kesehatan Lebih Merata dan Mudah Diakses
- Instagram/@s_tjo
Di sektor kesehatan, Sherly mengungkap bahwa hampir 100 persen warga Maluku Utara kini telah terdaftar dalam BPJS Kesehatan.
Program ini disinergikan dengan sistem layanan berbasis KTP elektronik, yang memungkinkan warga memperoleh akses layanan kesehatan dalam waktu 24 jam setelah pendaftaran.
Peningkatan ini menjadi salah satu tonggak penting pemerataan pelayanan publik di provinsi kepulauan tersebut.
3. Program Kesejahteraan untuk Masyarakat
Gubernur Sherly juga menyoroti program renovasi rumah tidak layak huni (RTLH).
Pada tahun 2025, sekitar 700 rumah telah direnovasi dengan total anggaran Rp20 miliar. Jumlah itu akan meningkat menjadi 1.500 rumah pada tahun 2026.
4. Dorongan untuk Pertanian dan Kelautan
Pada sektor pertanian, Sherly menyebut telah membuka 1.500 hektare lahan baru serta membangun 41 kilometer jalan tani di wilayah Barun.
Ia juga menggandeng Kementerian Pertanian RI untuk mengembangkan galerisasi komunitas kelapa dan rempah, agar para petani memperoleh nilai tambah lebih besar dan tidak hanya menjual bahan mentah.
Sementara di sektor kelautan, pemerintah provinsi menyalurkan 230 kapal dan alat tangkap bagi nelayan, disertai dengan program akses pembiayaan usaha pesisir.
Transformasi pesisir dimulai dari Kampung Nilai Dufa-dufa, dengan tujuan memperkuat kemandirian nelayan lokal.
5. Infrastruktur dan Tata Kelola Pemerintahan
Sherly juga memaparkan capaian pembangunan infrastruktur sepanjang 2025 hingga rencana 2026.
Pemerintah Maluku Utara telah mengalokasikan sekitar Rp700 miliar untuk pembangunan jalan dan jembatan demi memperkuat konektivitas antarwilayah.
Sebanyak 8 unit jembatan dibangun di desa Sambiki, ruas Labuha Sawadai, Laiwui-Jikotamo, Sangowo Induk, dan Tolabit-Togoreba Tua dengan total bentangan 145 meter.
Selain itu, jalan beraspal sepanjang 6,2 km juga telah rampung di ruas Sp. Sidangoli-Jailolo, Ibu-Kedi, Kedi-Galela, dan Tolabit-Togoreba Tua.
Pada tahun 2026, rencana pembangunan mencakup lapen sepanjang 49,5 km dan jalan beraspal 15,5 km di wilayah Halmahera, Pulau Mangoli, Pulau Makian, dan Kota Ternate.
Di tahun yang sama, 12 jembatan baru dengan total bentangan 662 meter juga akan dibangun di berbagai titik strategis seperti Ake Bastiong, Ake Bibinoi, Ake Dolik, Ake Samo, Kali Oba II, ruas Laiwui-Jikotamo-Anggai.
Dalam tata kelola pemerintahan, Maluku Utara berhasil masuk dalam pemantauan Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK dengan skor 809 poin, menandakan kemajuan signifikan dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan transparan.
Tak hanya itu, Sherly juga mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada tahun 2025 mencapai 34,17 persen, menjadikannya salah satu yang tertinggi di Indonesia.
Unggahannya tersebut langsung banjir pujian dari masyarakat dan tokoh daerah yang menilai Sherly Tjoanda telah menghadirkan semangat baru dalam pembangunan Maluku Utara. (adk)