- Istimewa
Puasa, Pocong, dan Godaan Kaya Instan: Film Setannya Cuan Siap Mengguncang Bioskop Indonesia
Teror Cuan dari Alam Gaib
Usai tragedi tersebut, Cicalengka tak pernah benar-benar sama. Teror demi teror bermunculan: pocong gentayangan, tuyul berkeliaran, babi ngepet mengintai, hingga sosok “setan togel” yang menggoda warga dengan janji angka keberuntungan. Adang memang berkali-kali menang togel, namun setiap kemenangan selalu datang bersama harga yang makin mahal.
Di tengah kekacauan itu, hadir Mince, seorang janda muda yang menjadi pusat perhatian para pemuda kampung. Kehadirannya justru memperkeruh suasana, memantik cemburu, membakar ambisi, dan tanpa disadari memperluas lingkaran kutukan yang menyelimuti Cicalengka.
Dendam, Cinta, dan Upaya Melawan Kutukan
Akar dari seluruh kekacauan mengarah pada satu nama: dukun Rojan. Ia bukan hanya dalang kekayaan instan, tetapi juga pelaku pembunuhan Nila, kembang desa yang menolak cintanya. Di tengah teror yang kian tak terkendali, muncul satu sosok yang berani melawan: Ujang.
Dengan dendam dan keberanian yang tersisa, Ujang menjadi satu-satunya harapan untuk menghentikan rangkaian teror setan-setan pembawa cuan. Pertanyaannya, mampukah ia memutus kutukan yang telah telanjur mengakar, atau justru Cicalengka akan tenggelam dalam keserakahan yang mereka ciptakan sendiri?
Deretan Pemain dan Nuansa Komedi yang Kuat
Setannya Cuan diperkuat jajaran pemain lintas generasi, di antaranya Fico Fachriza, Joe P-Project, Anyun Cadel, Nadine Alexandra, hingga Aming. Perpaduan karakter komikal, misterius, dan emosional menjadikan film ini kaya warna dan ritme.
Film ini juga diperkuat lagu tema yang secara khusus diciptakan untuk Setannya Cuan, dinyanyikan oleh Kojek Rapper Betawi bersama Jelita Jelly, menambah kesan orkestrasi cerita yang solid.
Gala Premiere di Bulan Puasa, Horor dengan Refleksi
Gala Premiere Setannya Cuan dikemas khidmat namun tetap renyah, menyesuaikan suasana Ramadan. Pengalaman sinematik yang ditawarkan bukan hanya hiburan, tetapi juga refleksi, sejalan dengan pesan film tentang godaan terbesar yang sering datang justru saat manusia merasa paling tenang.
“Kami melihat Setannya Cuan sebagai hiburan yang segar di tengah Ramadan. Ia mengingatkan bahwa godaan terbesar bukan selalu dari luar, tapi dari dalam diri kita,” ujar Robby Hilman Maulana, Produser Eksekutif sekaligus penggagas cerita.