- Instagram @ahmaddhaniofficial
Unggahan Ahmad Dhani soal Pidato Perang Donald Trump jadi Perhatian Warganet, Sebut soal Pemimpin Zalim
tvOnenews.com - Musisi sekaligus politikus Ahmad Dhani angkat suara dan menanggapi soal pernyataan presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang meluncurkan operasi militer skala besar terhadap Iran.
Cuplikan video pidato Trump langsung viral di media sosial dan mendapat berbagai tanggapan, termasuk dari Ahmad Dhani yang juga merupakan seorang politikus.
Melalui salah satu unggahannya di media sosial Instagram, suami Mulan Jameela tersebut menyinggung soal pemimpin yang berlaku zalim.
Ia menuliskan caption tentang mati lebih baik dibandingkan harus bersama dengan pemimpin yang zalim.
- Instagram @ahmaddhaniofficial
"IMAM HUSSEIN BIN ALI BIN ABU THALIB mencontohkan , MATI LEBIH BAIK DARIPADA BERSAMA PENGUASA DZOLIM," tulisnya, melalui akun @ahmaddhaniofficial.
Unggahan tersebut langsung diserbu ribuan komentar warganet yang turut mendukung aksi pentolan Dewa 19 itu.
"Caption nya masya allah," tulis komentar seorang warganet.
"Pengecut sih, berani setelah merasa bisa ngumpulin dukungan dan bantuan di koalisi buatannya.," tulis komentar lainnya.
"LINDUNGILAH KAMI DARI PEMIMPIN PEMIMPIN DZOLIM YA ALLAH," kata warganet lainnya.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa militer AS telah memulai operasi militer besar-besaran yang ditujukan ke Iran.
Dalam pernyataannya, Trump menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap ancaman yang dinilai mendesak.
“Tujuan kami adalah melindungi rakyat Amerika dengan meniadakan ancaman yang akan segera terjadi dari rezim Iran,” kata Trump dalam video tersebut, seperti dikutip dari laporan DW.
Trump juga menekankan bahwa pemerintahannya berkomitmen untuk melumpuhkan kemampuan nuklir dan kekuatan militer Iran.
- dok.humas Prabowo
“Kami akan memastikan Iran tidak pernah mendapatkan senjata nuklir,” tegasnya.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, sebelumnya menyatakan bahwa negaranya telah melakukan serangan pendahuluan (pre-emptive strike) terhadap Iran.
Menurutnya, tindakan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi ancaman yang dianggap membahayakan. Namun, ia tidak memaparkan secara rinci target serangan maupun bentuk ancaman yang dimaksud.
Pada hari yang sama, sejumlah saksi mata melaporkan adanya suara ledakan di ibu kota Iran, Teheran. Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai lokasi pasti maupun sasaran dari ledakan tersebut.