- tvOneNews
Video Nizam Sakit di Dalam Rumah Beredar, Ketua RW Ungkap Warga Sempat Dengar Keributan
tvOnenews.com - Video Nizam sakit di dalam rumah beredar luas dan memicu penasaran publik, sementara Ketua RW setempat mengungkap warga sempat mendengar keributan sebelum kejadian tragis tersebut.
Kasus yang menimpa Nizam Syafei kembali menjadi sorotan setelah beredarnya rekaman video yang memperlihatkan kondisi korban sehari sebelum dibawa ke rumah sakit.
Dalam video tersebut, Nizam terlihat menahan rasa sakit dan terbaring di lantai hanya beralaskan karpet tipis.
Nizam Syafei. (Sumber: tvOneNews)
Diketahui, ibu tiri Nizam berinisial TR bernama Teni Ridha Shi (47). Dalam rekaman yang beredar, Nizam tampak lemah dan meminta agar lampu dimatikan karena merasa silau dan terganggu. Permintaan itu dijawab oleh sang ibu tiri dengan menyuruhnya membaca istighfar.
Video Nizam sakit tersebut diduga direkam sehari sebelum korban akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa ini pun menambah dugaan adanya kekerasan yang terjadi di dalam rumah tersebut.
Untuk menelusuri dugaan penganiayaan, tim Fakta tvOne mendatangi rumah yang berada di Kampung Telagasari, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi.
Rumah itu kini terlihat sudah sepi dan tidak lagi ditinggali pascakejadian meninggalnya Nizam. Suasana di dalam rumah tampak kosong, namun barang-barang masih tersusun rapi.
Sekitar 3 Februari, Nizam diketahui pulang dari pondok pesantren karena tengah diliburkan untuk menyambut ibadah puasa Ramadhan 2026. Ia disebut baru sekitar dua pekan berada di rumah sebelum peristiwa tersebut terjadi.
Ketua RW 4 Kampung Telaga Sari, Rahman, turut memberikan keterangan kepada awak media dalam tayangan YouTube tvOneNews pada 2 Maret 2026.
Rahman, Ketua RW 4 Kampung Telaga Sari. (Sumber: tvOneNews)
Rahman mengatakan, “Setahu saya sih Nizam itu pesantren lagi mondok. Di sini baru 2 minggu gitu.”
Ia juga menjelaskan, “Kalau Bu Teni sama suaminya sudah menikah kira-kira 2 tahun.”
Saat ditanya soal kondisi rumah tangga keluarga tersebut, Rahman menyebut pernah ada kabar keributan dari warga.
“Kalau dari warga ada, biasa berantem-berantem biasa ribut-ribut biasalah rumah tangga sejak malam minggu katanya,” ujarnya.
Terkait penghuni rumah, Rahman menjelaskan, “Yang tinggal di sini ada enam orang. Anak angkat dua. Terus adik Bu Teni ya. Terus juga yang anak tirinya itu. Sama Pak Awang.”