- tvOneNews
Kuasa Hukum Ibu Tiri Nizam Bantah Tuduhan Kekerasan, Sebut Korban Sakit Sejak Pulang Pesantren
tvOnenews.com - Kuasa hukum ibu tiri Nizam bantah tuduhan kekerasan dan menyebut korban sudah sakit sejak pulang dari pesantren sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit.
Kasus kematian Nizam Syafei masih terus didalami penyidik. Sejak kematian Nizam, Teni Ridha selaku ibu tiri Nizam menjalani pemeriksaan oleh Polres Sukabumi guna mengungkap peristiwa yang sebenarnya terjadi.
Dalam tayangan YouTube tvOneNews pada 2 Maret 2026, dua kuasa hukum ibu tiri Nizam memberikan keterangan kepada awak media terkait tuduhan kekerasan yang mencuat.
Kuasa Hukum TR atau Ibu Tiri Nizam. (Sumber: tvOneNews)
Moh Buchori, kuasa hukum ibu tiri Nizam, mengatakan, “Beliau menyampaikan tidak pernah melakukan kejadian hal tersebut yang di mana pada faktanya ini berdasarkan keterangan klien kami itu beliau ini membawa almarhum ke rumah sakit untuk proses perawatan.”
Senada dengan itu, Asep selaku kuasa hukum lainnya menjelaskan kondisi Nizam saat berada di rumah. “Yang terjadi di rumahnya itu dalam kondisi sakit, kritislah gitu kan dan harus segera mendapatkan pertolongan pertama daripada tindakan medis gitu.”
Terkait kronologi sakit yang dialami Nizam, Asep memaparkan bahwa kondisi tersebut bermula setelah korban pulang dari pesantren.
“Sakit ini hasil daripada keterangan daripada TR ini adalah kronologisnya itu berawal dari dia pulang dari pesantren,” ujarnya.
Ia melanjutkan, “Pulang dari pesantren itu dia sakit 3 hari. Setelah 3 hari dibawa ke Puskesmas.”
Saat ditanya mengenai jenis penyakitnya, Asep menjawab, “Demam dan lambung sesuai diagnosis puskesmas. Kemudian ada peningkatan kesehatan gitu kan selama beberapa hari setelah pulang dari puskesmas.”
Namun kondisi tersebut disebut kembali memburuk. “Setelah itu drop lagi. Setelah drop itu dibawalah ke rumah sakit gitu kan untuk mendapatkan pertolongan,” katanya.
Menanggapi temuan adanya luka lebam serta luka bakar di area mulut dan bibir, Moh Buchori memberikan penjelasan berdasarkan keterangan kliennya.
“Berdasarkan klien kami itu emang pada faktanya yang luka di hidung itu emang sudah ada pertama itu,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Terus untuk yang luka di bagian pipis luar dekat mata itu, itu memang sudah ada di situ juga dan juga ini sudah ada.”
Menurutnya, luka tersebut dianalisis berkaitan dengan kondisi kesehatan korban. “Ini berdasarkan analisa kami itu penyebabnya itu karena sakit panas.”
Terkait dugaan luka lebam akibat kekerasan, ia menegaskan, “Bukan dan juga terkait yang di kaki ada juga luka. Nah, itu karena pada awalnya kalau masalah yang lebam biru itu kami juga enggak bisa untuk mengomentari apakah benar itu adalah luka pemukulan atau apa karena dari hasil visumnya juga pun masih belum keluar.”
Lebih lanjut, Moh Buchori menyampaikan bahwa kliennya tetap pada pendiriannya selama pemeriksaan.
“Berdasarkan hasil BAP di kepolisian, klien kami itu tidak pernah mengakui terkait hal tersebut. Dia masih berpegangan, berprinsip, tidak melakukan,” tegasnya.
Ia juga menanggapi soal pengakuan Nizam di rumah sakit yang menyebut dipaksa minum air panas.
“Berdasarkan pengakuan dari klien kami di BAP itu, beliau itu tidak pernah melakukan hal seperti itu. Dan itu pun kalau kami lihat di video itu pertanyaan-pertanyaan tersebut itu awalnya ada yang menanyakan,” jelasnya.
Terakhir, ia menambahkan, “Almarhum juga itu merujuknya itu bilangnya mama. Nah, di dalam bilangnya mamah tersebut di situ posisinya posisi almarhum itu emang sudah secara kesehatannya sudah menurun.”
Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung sambil menunggu hasil pemeriksaan medis dan forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian Nizam.
(anf)