- Instagram @danicomo1907
Mengenal Dani Suryadi, Pria Asal Soreang, Bandung yang jadi Data Analis Klub Italia Como 1907
tvOnenews.com - Nama Dani Suryadi mulai menjadi sorotan setelah diketahui berkarier di klub sepak bola Italia, Como 1907.
Pria asal Soreang ini sukses meniti karier di sepak bola Eropa sebagai analis pertandingan, sebuah profesi yang kini semakin penting dalam dunia sepak bola modern.
Dani dikenal sebagai pelatih sekaligus analis sepak bola asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Perjalanannya menuju sepak bola profesional cukup unik karena ia tidak berasal dari latar belakang pendidikan olahraga.
Profil dan perjalanan karier Dani Suryadi di Como 1907
- Instagram @danicomo1907
Awal mula karier Dani di dunia sepak bola adalah ketia pria asal Soreang, Bandung, Jawa Barat itu mencari informasi seputar pelatihan sepak bola secara mandiri.
Mulai dari mencari kursus kepelatihan hingga akhirnya ia menemukan peluang di Inggris. Tanpa ragu, ia langsung mendaftar kursus di negara tersebut lantaran biaya dan persyaratannya yang terjangkau.
Meskipun sempat terkendala keuangan, tetapi dengan tekad yang kuat, Dani bisa menyelesaikan kursus dan mendapatkan kesempatan magang di klub-klub Inggris.
Setelah dia kembali ke Indonesia dan menyelesaikan lisensi UEFA FA level 2, Dani sempat terlibat dengan berbagai klub sampai akhirnya dia bergabung dengan Como 1907 di tahun 2021.
Karier Dani di Como 1907 terus berkembang sejak pertama kali bergabung dengan klub tersebut sekitar tiga tahun lalu. Klub yang berbasis di Como, Italia ini diketahui dimiliki oleh perusahaan Indonesia, yakni Djarum Group.
Pada awal kedatangannya, Dani bertugas sebagai asisten pelatih utama tim U-17 sekaligus analis.
Dalam posisi tersebut, Dani memiliki tanggung jawab penting dalam mendukung staf pelatih. Ia menganalisis pertandingan melalui rekaman video dan data statistik pemain.
Hasil analisis tersebut kemudian digunakan sebagai bahan evaluasi performa tim maupun untuk merancang strategi menghadapi lawan di kompetisi.
Setelah tiga bulan menjalankan tugas di posisi tersebut, Dani juga dipercaya melakukan hal serupa untuk tim U-19 alias tim Primavera.
Selama berada di Como, Dani juga sempat bekerja bersama legenda sepak bola Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, yang lebih dulu bergabung dengan klub tersebut.
Kolaborasi tersebut turut membantu Dani beradaptasi dengan lingkungan sepak bola Italia yang dikenal sangat taktis dan kompetitif.
Kisah perjalanan Dani Suryadi kini sering dijadikan inspirasi bagi pelatih dan analis sepak bola muda di Indonesia.
Ia membuktikan bahwa dengan kemampuan, lisensi kepelatihan, serta kemauan untuk terus belajar, peluang untuk berkarier di sepak bola Eropa terbuka bagi siapa saja.
(nka)