- Instagram.com/@honda_team_asia
Pantas Saja Veda Ega Pratama Tampil Gacor di Moto3 2026, Ternyata Sudah Latihan Motor Sejak Usia 4 Tahun
tvOnenews.com - Veda Ega Pratama berhasil mencuri perhatian publik internasional setelah menjalani debutnya di ajang Moto3 World Championship 2026.
Penampilan Veda Ega Pratama pada balapan perdananya dinilai sangat menjanjikan dan menunjukkan potensi besar untuk bersaing di level balap dunia.
Bahkan, Veda Ega Pratama langsung mendapat sorotan positif dari sejumlah media internasional berkat performanya pada seri pembuka Moto3 musim ini.
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama. (Sumber: Instagram.com/@honda_team_asia)
Menariknya, jauh sebelum tampil di kejuaraan dunia, Veda Ega Pratama ternyata sudah sangat akrab dengan dunia balap sejak usia dini.
Enam tahun lalu, saat masih berusia 10 tahun, Veda pernah diundang sebagai bintang tamu dalam acara televisi Hitam Putih yang dipandu Deddy Corbuzier pada 11 Oktober 2019.
Dalam acara tersebut, Veda menceritakan rutinitas latihannya sebagai pembalap muda.
Ketika ditanya mengenai seberapa sering ia berlatih dalam satu minggu, Veda kecil menjawab, “Empat. Senin, Rabu, Jumat, Sabtu.”
Ia juga mengungkapkan bahwa latihan motor biasanya dilakukan sepulang sekolah di lapangan parkir Pasar Sapi Wonosari. Veda kemudian menjelaskan jadwal latihannya dengan lebih rinci.
“Kalau yang Senin, Rabu sama Jumat itu dari jam 2 sampai jam 5. Kalau yang Sabtu dari pagi sampai sore,” ungkap Veda saat itu.
Selain latihan mengendarai motor, Veda juga rutin melakukan latihan fisik untuk menunjang performanya di lintasan. Ia menyebutkan beberapa aktivitas latihan yang dilakukan di waktu luang.
“Ya ada fisik, sepeda terus lari, terus simulasi motor gitu. Sama tinju, push-up, sit-up,” ujar Veda kecil.
Ketika ditanya mengenai fungsi latihan tinju yang ia jalani, Veda memberikan jawaban sederhana.
“Buat latihan fokus.”
Hal yang cukup mengejutkan adalah pengakuan Veda bahwa ia sudah mengenal dunia motor sejak usia sangat muda. Ketertarikannya muncul karena sering melihat sang ayah berlatih.
“Ya dibonceng dulu, terus umur 5 tahun mulai balap,” kata Veda.
Pada tahun 2014, Veda mulai meniti karier balapnya melalui ajang motocross. Bahkan ketika masih berusia 10 tahun, ia mengaku sudah memiliki sponsor yang mendukung perjalanan kariernya.
“Kalau dulu uang papah, kalau sekarang udah ada sponsor,” ujarnya.
Dengan penuh kebanggaan, Veda juga menyebutkan bahwa dari dunia balap ia sudah bisa memberikan hasil kepada kedua orang tuanya.
“Ya uang, piala sama piagam,” kata Veda.
Dalam kesempatan yang sama, Deddy Corbuzier juga sempat menanyakan kepada ayah Veda, Sudarmono, mengenai pilihannya antara prestasi akademik atau prestasi di dunia balap.
Sudarmono pun menjawab dengan jujur, “Juara nasional. Kalau saya sih yang penting kariernya ke depan.”
Sementara sang ibu, Mei Lina Hananingsih, juga memiliki harapan yang serupa terhadap putranya.
“Juara satu di lomba motor,” ujarnya.
Kini, kerja keras yang sudah dilakukan sejak kecil itu mulai membuahkan hasil. Veda Ega Pratama menjalani musim pertamanya di Moto3 bersama Honda Team Asia setelah sebelumnya menorehkan berbagai prestasi di ajang balap junior.
Ia pernah menjadi juara Asia Talent Cup 2023, menempati posisi runner-up di Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025, serta finis di peringkat ke-10 FIM JuniorGP World Championship 2025.
Pada seri pembuka Moto3 yang berlangsung di Chang International Circuit, Thailand, pada 1 Maret 2026, Veda tampil cukup kompetitif sejak awal balapan.
Ia sempat mempertahankan posisi kelima pada lap pertama sebelum akhirnya disalip beberapa pembalap lain.
Situasi kemudian berubah setelah salah satu rivalnya mengalami kecelakaan, sehingga Veda kembali naik ke posisi enam.
Sepanjang balapan, pembalap muda Indonesia tersebut terlibat persaingan sengit dengan sejumlah pembalap seperti Alvaro Carpe, Adrian Fernandez, Valentin Perrone, hingga David Munoz.
Bahkan pada lap ketujuh, Veda sempat berhasil menembus posisi ketiga di tengah persaingan yang sangat ketat.
Namun menjelang akhir balapan, sebuah kesalahan kecil membuatnya melebar di tikungan dan kehilangan beberapa posisi.
Meski demikian, Veda tetap mampu mempertahankan performanya hingga garis finis dan mengakhiri balapan di posisi kelima.
Balapan tersebut dimenangkan oleh David Almansa yang berhasil mengalahkan Maximo Quiles tepat di garis finis.
Penampilan Veda dalam balapan debutnya juga mendapat sorotan dari media Jerman, Speedweek, yang menilai performanya cukup kompetitif dibandingkan para pembalap lain yang juga menjadi kandidat kuat di Moto3.
Hasil tersebut membuat Veda Ega Pratama langsung menempati posisi kelima dalam klasemen sementara Moto3 dengan perolehan 11 poin.
Debut impresif ini tentu menjadi awal yang menjanjikan bagi perjalanan karier pembalap muda Indonesia tersebut di ajang Moto3 musim 2026.
Setelah tampil menjanjikan di Thailand, Veda dijadwalkan kembali berlaga pada seri berikutnya yang akan berlangsung di Goiania pada 20–22 Maret 2026.
Banyak pihak kini menaruh harapan besar agar Veda Ega Pratama dapat terus menunjukkan perkembangan positif di kejuaraan dunia tersebut.
(anf)