- Kolase tvOnenews.com / YouTube MNCTVrumahnyadangdut - HepiNews
Denada Jujur Soal Ketakutan Urus Ressa Sendiri, Ungkap Alasan Anak Diasuh Keluarga Emilia Contessa
tvOnenews.com - Denada akhirnya muncul ke publik dan menceritakan masa-masa sulit saat harus menghadapi kehamilan hingga melahirkan Ressa tanpa kehadiran sosok suami.
Saat berbincang di kanal YouTube “Spill The Tea” bersama Feni Rose, Denada memperlihatkan sisi rapuh sekaligus keteguhan hatinya sebagai seorang ibu.
Ia tidak menampik bahwa perasaan sedih sempat menghampiri dirinya, terutama ketika harus menjalani semuanya seorang diri.
“Pasti ada sedih, tapi aku enggak mengurungkan niatku sama sekali,” ujar Denada.
Meski diliputi ketakutan dan kebingungan, Denada menegaskan bahwa kehadiran Ressa bukanlah sebuah kesalahan.
Ia menyadari bahwa mungkin ada keputusan di masa lalu yang ia anggap sebagai kekhilafan, namun bukan berarti anak yang ia kandung adalah bagian dari kesalahan tersebut.
“Anak ini bukan kesalahan, dia bukan dosaku. Dia adalah anak. Maka aku sebagai seorang ibu akan mempertahankan dia,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Setelah melalui masa kehamilan yang penuh tekanan, Denada akhirnya melahirkan Ressa dalam kondisi selamat.
- YouTube/feniroseofficial
Namun, momen pasca persalinan justru menjadi salah satu fase paling emosional dalam hidupnya.
Ia mengaku merasakan campuran perasaan yang begitu kompleks antara bahagia, syukur, bangga, sekaligus sedih.
Bahagia karena sang anak lahir dengan sehat, namun di sisi lain ia menyadari bahwa situasi yang ia hadapi jauh dari kata ideal.
“Habis melahirkan itu aku sendirian. Sedih, bingung, tapi juga bahagia,” katanya.
Denada juga mengungkapkan bahwa ia merasa belum mampu memberikan kondisi keluarga yang utuh bagi Ressa, seperti adanya sosok ayah dan ibu dalam satu rumah tangga. Hal ini menjadi beban emosional tersendiri baginya.
Seiring berjalannya waktu, muncul pertanyaan besar tentang bagaimana masa depan Ressa akan dijalani, terutama dalam hal pengasuhan.
Dalam proses tersebut, sosok ibunda Denada, Emilia Contessa, memiliki peran penting.
Sejak masa kehamilan, Emilia Contessa kerap mengajak Denada berdiskusi mengenai rencana ke depan.
- YouTube/feniroseofficial
Mulai dari pengasuhan, pendidikan, hingga kesiapan menghadapi pertanyaan sosial yang mungkin muncul di kemudian hari.
Awalnya, Denada bersikeras ingin mengurus anaknya sendiri.
Namun, ibunya terus memberikan perspektif yang lebih luas, termasuk tantangan yang mungkin akan dihadapi jika membesarkan anak seorang diri.
Hingga akhirnya muncul sebuah usulan dari keluarga besar. Emilia Contessa menyampaikan kemungkinan agar Ressa diasuh oleh adiknya, yakni Om Dino dan Tante Ratih yang tinggal di Banyuwangi.
Keluarga tersebut diketahui sudah lama menginginkan anak laki-laki, namun belum mendapatkannya.
Selain itu, lingkungan keluarga besar di Banyuwangi dinilai sangat mendukung untuk tumbuh kembang seorang anak.
Setelah melalui pertimbangan panjang, Denada akhirnya memutuskan untuk menerima usulan tersebut.
Ia melihat bahwa Ressa akan tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, memiliki figur ayah dan ibu, serta dikelilingi keluarga besar yang siap melindungi.
“Aku pikir itu perfect, karena dia akan melihat sosok bapak dan ibu, disayang semua orang,” ujarnya.
Meski demikian, keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah. Denada mengaku harus berjuang melawan perasaan berat saat harus berpisah dengan anak yang baru saja ia lahirkan.
Ia bahkan mengenang momen-momen awal ketika Ressa sudah berada di Banyuwangi.
Rasa rindu yang begitu besar membuatnya kerap menelepon keluarganya hanya untuk mendengar suara sang anak.
“Aku cuma dengerin nangisnya dia untuk ngobatin kangen,” kata Denada dengan suara bergetar.
Keputusan ini menjadi salah satu bab paling emosional dalam hidup Denada. Di satu sisi, ia ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya, namun di sisi lain ia harus merelakan jarak yang memisahkan mereka. (adk)