- YouTube Kang Dedi Mulyadi
Bocah SD Nekat Bonceng Tiga, Dedi Mulyadi Beri Teguran Keras Sampai Tak Berkutik: Mau Gak Naik Kelas?
“Ya, foto aja nanti biar orang tuanya. Nanti kita kasih ke gurunya biar enggak naik kelas. Kamu mau enggak naik kelas? Kamu berubah, kamu turun. Kamu turun ya turun semuanya. Sekolah itu diajarin bagaimana hidup benar,” ucapnya tegas.
Dalam momen itu, Dedi Mulyadi juga menyinggung kondisi keluarga Rizki. Setelah mengetahui ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan, ia mengingatkan pentingnya menghargai perjuangan orang tua.
“Capek enggak bapak kerja kira-kira? Terus kalau anaknya begini, beli motor dapat susah enggak? Terus kalau kamu di jalan nanti celaka?” katanya dengan nada lebih dalam.
Ketiga bocah tersebut hanya terdiam tanpa jawaban.
Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga menemukan bahwa motor yang digunakan tidak memiliki pelat nomor.
Ia kembali menegaskan bahwa pelanggaran tersebut akan dilaporkan kepada orang tua dan pihak sekolah.
Ia kemudian meminta Rizki untuk memanggil orang tuanya. Namun karena tidak memiliki telepon, Dedi kembali menegaskan ancamannya soal kemungkinan tidak naik kelas jika mereka mengulangi perbuatan tersebut.
Sebagai bentuk komitmen, Dedi Mulyadi mengajak ketiga bocah itu untuk bersumpah tidak akan lagi mengendarai motor sebelum cukup umur.
“Kalau kamu naik motor lagi nanti ada CCTV loh. Kamu tidak naik kelas. Kamu mau? Benar? Sumpah ya,” katanya.
Di akhir tegurannya, Dedi Mulyadi menekankan bahwa pembangunan jalan dilakukan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk disalahgunakan oleh anak-anak yang belum waktunya berkendara.
“Kita bangun jalan untuk warga agar digunakan dengan baik, bukan untuk yang begini,” ujarnya.
Ia juga memastikan akan menindaklanjuti kejadian tersebut dengan mendatangi sekolah para siswa.
“Saya tahu wajahnya, SD-nya. Nanti hari Senin saya ke sekolahnya. Nanti semua orang tuanya tanda tangan surat pernyataan tidak akan lagi membiarkan anaknya naik motor. Belum waktunya,” tutupnya.
Ketiga bocah SD tersebut pun disuruh pulang dengan berjalan kaki dan orangtuanya diminta mengambil motor yang ditahan Dedi Mulyadi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anaknya, terutama dalam penggunaan kendaraan bermotor yang jelas melanggar aturan dan berbahaya.