- Instagram @jabarprovgoid
Gubernur Dedi Mulyadi Ungkapkan Permintaan Maaf Pada Warga Jawa Barat
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Jawa Barat dalam momen Idulfitri 2026.
Pada perayaan Lebaran tahun ini, ia menyampaikan langsung permintaan maaf tersebut di hadapan jamaah yang mengikuti salat Id di pelataran Gedung Sate, Bandung, Sabtu (21/3/2026).
Dalam pidato pembukanya, Dedi menuturkan bahwa sebagai Gubernur Jawa Barat, dirinya meminta ampun atas segala salah dan kurangn dirinya kepada seluruh warga atas perjalanan kepemimpinan selama satu tahun terakhir hingga memasuki Syawal 1447 Hijriah.
- Istimewa
"Dalam kesempatan ini saya sebagai Gubernur Jawa Barat menyampaikan permohonan maaf ke seluruh warga Jawa Barat dalam perjalanan setahun kepemimpinan sampai menjelang Syawal 1447 Hijriah ini," ucap KDM, melansir dari tayangan YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL.
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk melayani, mengayomi, serta berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, KDM mengakui bahwa ia bersama jajarannya menyadari masih banyak kekurangan selama masa kepemimpinan tersebut, sehingga belum sepenuhnya memenuhi harapan seluruh warga Jawa Barat.
"Di bidang infrastruktur, saya memahami bahwa kemampuan pemerintah dalam pengalokasian keuangan belum bisa memuaskan seluruh warga Jabar," kata Dedi Mulyadi.
"Sampai pelosok pedesaan masih mendapatkan jalan-jalan yang bolong dan berlubang, masih didapatkan jalan irigasi yang belum terbangun dengan baik, masih didapatkan rumah-rumah rewot yang bocor ketika hujan tiba," imbuhnya.
- tangkapan layar YouTube KANG DEDI MULYADI CHANEL
Di sektor lain, seperti pendidikan, KDM juga menyoroti masih adanya anak-anak yang belum mendapatkan akses sekolah secara optimal.
Sementara di bidang kesehatan, ia menemukan masih banyak warga yang kesulitan memperoleh layanan pengobatan karena belum terdata sebagai penerima BPJS bersubsidi dari pemerintah.
“Itu seharusnya tidak terjadi,” ujar Dedi Mulyadi dengan nada prihatin.
Atas kondisi tersebut, ia menegaskan komitmennya untuk selalu mengutamakan kepentingan rakyat di atas segala hal.
Ia juga memastikan bahwa pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan.
Selain itu, Dedi Mulyadi juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat apabila masih terdapat anggaran yang belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk kepentingan publik.
"Untuk itu kami akan terus melakukan evaluasi, penanganan dan mohon ampun kepada Allah Subhanahu wa taala, dan minta maaf pada seluruh warga apabila ada belanja-belanja yang semestinya dibelanjakan kepada kepentingan masyarakat masih digunakan untuk kepentingan yang lain," jelasnya.
Dedi menegaskan bahwa sebagai pemimpin di Jawa Barat, dirinya berupaya menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah mengelola dana yang berasal dari masyarakat melalui pajak, sehingga penggunaannya harus benar-benar kembali untuk kesejahteraan rakyat.
“(Pemerintah) telah mengambi sebagian harta dari sebagian masyarakat Jawa Barat dalam bentuk layanan pajak dan harta itu diambil oleh kita, negara-negara dan kita bersumpah dalam sumpah jabatan kita bahwa, kita akan menolaknya untuk kepentingan rakyat," pungkasnya.
(nka)