- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Dikira Penipu hingga Dimaki, Dedi Mulyadi Justru Balas dengan Senyuman dan Transfer Rp25 Juta
tvOnenews.com - Sebuah peristiwa tak biasa dialami Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat berusaha membantu korban kecelakaan tragis.
Niat tulusnya justru sempat berujung kesalahpahaman hingga ia dimaki oleh keluarga korban yang mengira dirinya penipu.
Kejadian ini bermula ketika Dedi mencoba menghubungi keluarga seorang perempuan asal Kuningan yang meninggal dunia usai tertabrak truk di sebuah warung.
Dalam percakapan awal, ia sempat memperkenalkan diri dengan cara bercanda sebagai “Haji Dedi” yang disebut sebagai agen.
Namun, candaan tersebut tidak diterima dengan baik. Suami korban justru curiga dan menudingnya sebagai penipu.
- tangkapan layar YouTube KANG DEDI MULYADI CHANEL
“Anda mau nipu saya? Jangan ngaku-ngaku Haji Dedi!” ucap pria tersebut dengan nada emosi.
Situasi sempat memanas karena kecurigaan itu. Meski mendapat kata-kata kasar, Dedi tidak terpancing.
Ia tetap tenang dan bahkan merespons dengan senyuman.
Kesalahpahaman akhirnya terungkap setelah keduanya melakukan panggilan video.
Saat melihat langsung sosok Dedi, pria tersebut langsung terkejut dan menyadari kekeliruannya.
“Astagfirullahalazim… ini mah Pak Haji Dedi Gubernur. Mohon maaf, saya kira penipu,” ucapnya dengan nada menyesal.
- YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL
Dedi pun menanggapi dengan santai tanpa menyimpan rasa kesal.
“Tidak apa-apa, kan Bapak marahnya ke penipu, bukan ke saya,” kata Dedi sambil tertawa.
Setelah suasana mencair, Dedi mulai menggali informasi lebih dalam.
Ia mengetahui bahwa korban yang meninggal adalah istri dari pria tersebut, yang selama ini mengandalkan warung kecil sebagai sumber penghasilan keluarga.
Kondisi itu membuat sang suami harus menghadapi kenyataan berat, kehilangan pasangan sekaligus sumber ekonomi.
Padahal, ia harus terus menghidupi anak-anaknya yang masih sekolah.
“Jadi istri meninggal, uang tidak ada, yang nabrak juga belum bertanggung jawab,” kata Dedi Mulyadi setelah mendengar cerita dari suami korban.
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Tak butuh waktu lama, Dedi langsung mengambil tindakan nyata.
“Kirim nomor rekening ya, saya bantu Rp25 juta untuk modal usaha lagi,” ujarnya.
“Terima kasih pak haji,” kata suami korban sambil menangis.
Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada korban lain yang mengalami luka berat dalam insiden tersebut.
Korban diketahui merupakan pekerja bangunan yang tengah merenovasi lokasi saat kecelakaan terjadi.
Setelah mendengar soal kondisi ekonomi keluarga korban, Dedi kembali memberikan bantuan.
“Titipkan Rp10 juta untuk keluarga korban yang dirawat, untuk kebutuhan selama di rumah sakit,” katanya.
Di sisi lain, Dedi juga menyoroti faktor penyebab kecelakaan.
Ia menilai bangunan yang terlalu menjorok ke jalan menjadi salah satu risiko yang perlu diperhatikan.
- Youtube Kang Dedi Mulyadi
“Bangunan tidak boleh mengambil badan jalan. Ini juga jadi pelajaran penting agar ke depan tidak terjadi kecelakaan serupa,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi contoh nyata bahwa kesalahpahaman bisa terjadi pada siapa saja.
Namun, respons yang bijak dan penuh empati justru mampu mengubah situasi menjadi kisah kemanusiaan yang menyentuh.
Alih-alih membalas kemarahan, Dedi memilih menunjukkan kepedulian.
Sikap itulah yang kemudian menuai simpati luas dari masyarakat. (gwn)