- Kolase tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel & Freepik/kroshka__nastya
Keinginan Gubernur Dedi Mulyadi Bawa Gajah Sumatera ke Bandung Zoo Disorot Keras oleh Melanie Subono: Gak Ideal
Bandung, tvOnenews.com - Aktivis lingkungan sekaligus musisi, Melanie Subono menyoroti Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi. Ia mengetahui KDM ingin membawa gajah sumatera.
Melanie Subono memahami keinginan mulia Dedi Mulyadi. Sebab, Gubernur Jabar itu meyakini gajah sumatera yang dibawa akan dipelihara dengan baik di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo).
Keinginan Dedi Mulyadi justru memicu kekhawatiran bagi Melanie Subono. Ia pun menampilkan video KDM saat mengunjungi Kebun Binatang Bandung dalam unggahan Instagram pribadinya.
"Ada teman forward video kunjungan Bapak ke Bandung Zoo kemarin. Dan sampai di saat Akang ingin mengirim gajah sumatera yang jantan dua ekor, 'Saya yang akan urus biaya dll, dan mau minta izin ke Kemenhut dan Menhut Raja Antoni'," tulis Melanie Subono dalam keterangan melalui Instagram pribadinya, Rabu (1/4/2026).
Balas Keinginan Dedi Mulyadi dengan Logika
- Instagram/@melaniesubono
Melanie Subono pun coba membalas keinginan dari Dedi Mulyadi. Ia memberikan masukan dengan logika terbalik.
Mulanya, ia lebih menyoroti kondisi tak memungkinkan yang kini terjadi di kebun binatang. Banyak hewan yang telantar karena ketidakjelasan pengelolaan di sana.
Menurutnya, penempatan hewan baru sudah tidak ideal, termasuk gajah. Ia menyinggung permasalahan saat ini bahwa, ada dua anak harimau Benggala (Hara dan Huru) mati di Bandung Zoo.
Dua anak harimau itu mati karena terpapar virus Feline Panleukopenia Virus (FPV). Kematian hewan tersebut terjadi belakangan ini, tepatnya pada akhir Maret 2026.
Melanie berpendapat dari kasus kematian dua anak harimau tersebut, Kebun Binatang Bandung bukan ruang aman untuk gajah sumatera atau Elephas maximus sumatranus yang baru.
"Hewan-hewan di sana udah nggak ideal. Masih belum jelas pembiayaannya, tempatnya pun begitu, lihat sampai harimau pun mati akan virus yang harusnya nggak ada di kucing besar," tuturnya.
Sarankan Pelestarian Gajah Sumatera di Alamnya
Lebih lanjut, ia bertanya soal uang yang dipakai oleh Dedi Mulyadi. Ia menyoroti terkait nasib gajah sumatera yang baru dipelihara nantinya.
Menurut Melanie, uang tersebut justru lebih baik dialokasikan untuk hal lain. Ia berpendapat setidaknya uang itu bermanfaat untuk kebutuhan pelestarian gajah di habitatnya.
"Gimana kalau Kang emang ada uang untuk mengirim gajah baru, mengurus semua makanannya, dan lain-lain? Gimana kalau jumlah dipakai untuk mengurus all satwa di sana, bukan menambah lagi?," saran Melanie.
Melanie Subono memberikan opsi lainnya untuk Dedi Mulyadi. Ia justru lebih setuju gajah di Kebun Binatang Bandung dipindahkan ke Taman Nasional Way Kambas (TNWK).
"Kalau perlu sementara dua betina di sana dikirim balik ke Way Kambas kalau memang perlu pasangan," tawarnya.
Melanie Subono menawarkan siap bertemu dengan KDM. Tujuannya untuk berdiskusi terkait keinginan mendatangkan gajah sumatera yang baru untuk ditempatkan di Bandung Zoo.
"Saya dengan senang hati akan senang kalau ada waktu untuk kita bisa mengobrol Kang. Gapapa saya samperin ke sana juga. Nuhun Kang," katanya.
Terakhir, ia berharap reaksi mengenai hal tersebut dapat direspons oleh Dedi Mulyadi. Pasalnya, hal ini menyangkut pada nasib gajah sumatera yang baru sebelum dipindahkan ke Kebun Binatang Bandung.
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Sebelumnya, Dedi Mulyadi mengunjungi Kebun Binatang Bandung. Di sana, ia ditemani oleh jajaran Pemprov Jabar dan tim manajemen Bandung Zoo.
Kunjungan Dedi Mulyadi untuk menyikapi permasalahan dialami seluruh jajaran Kebun Binatang Bandung. Ia pun mengatakan, 90 persen polemik ini akan rampung, termasuk gaji pegawai.
"Tinggal soal pengelolaan dan kepemilikan," ujar Dedi Mulyadi.
Mantan Bupati Purwakarta ini pun berkeliling. Di sana, ia membagikan kegiatannya saat menghampiri kandang seekor gajah.
KDM langsung mempertanyakan terkait kondisi gajah di Bandung Zoo. Hal ini mengingat gajah di kebun binatang tersebut berjenis gajah sumatera jenis kelamin betina.
Ironisnya, gajah sumatera di kebun binatang tersebut sudah lama sekali tidak mempunyai pasangan. Sebab, pihak pengelola tak menghadirkan gajah berjenis jantan.
KDM langsung menumpahkan niatnya. Ia ingin mendatangkan gajah sumatera jenis jantan.
KDM tampak serius mewujudkan keinginannya. Ia langsung menghubungi Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Antoni untuk mendapat izin.
Menariknya, ia secara spontan memberikan penjelasan terkait pembiayaan mendatangkan gajah sumatera yang baru. Ia mengatakan, seluruh kebutuhan hidupnya akan ditanggung olehnya.
"Dari Sumatera bisa nggak mendatangkan gajah? Bisa nggak tambah satu? Bila perlu biaya hidupnya dari saya biar ada pasangannya," ucap KDM.
Pria kelahiran asal Subang itu tidak hanya berencana untuk mendatangkan gajah. Ia memberikan pengajuan izin resmi agar bisa menampung binatang yang sudah memiliki populasi lebih.
KDM menyanggupi hal itu. Pasalnya, kediamannya hampir 10 hektare terbentuk sebagai areal halaman seperti hutan sehingga cocok dijadikan penampungan hewan yang over populasi.
"Biar nanti populasinya saya urus," katanya.
(hap)