news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM)..
Sumber :
  • Antara

Dedi Mulyadi Tak Pandang Bulu, Kini Beri Bantuan kepada 2 Pria Asal Wonogiri dengan Cuma-cuma

​​​​​​​Dedi Mulyadi bantu dua pria asal Wonogiri secara cuma-cuma. Dari kisah sopir truk hingga mutasi kendaraan, aksi nyatanya tuai simpati publik luas.
Selasa, 7 April 2026 - 05:09 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Tanpa protokoler, tanpa jarak, dan tanpa pandang latar belakang. Dedi Mulyadi kembali menunjukkan kepeduliannya dengan membantu dua pria asal Wonogiri yang tengah berjuang di jalanan. Momen tak terduga itu pun berujung haru, ketika bantuan diberikan secara cuma-cuma.

Peristiwa tersebut terjadi saat Dedi Mulyadi melakukan perjalanan dari Tasik. Dalam perjalanan itu, ia bertemu dengan seorang sopir truk bernama Fery dan rekannya, Toro. Keduanya diketahui sedang menunggu pihak yang menitipkan sepeda motor kepada mereka.

Momen pertemuan itu terekam dalam kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi yang diunggah pada 5 April 2026. Percakapan awal yang santai berubah menjadi serius ketika Dedi mulai menanyakan asal muatan yang dibawa.


Dedi Mulyadi. (Sumber: YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL)

“Bawa kunyit dari mana, Bang?” tanya Dedi Mulyadi.

“Dari Wonogiri,” jawab Fery.

Dedi kemudian menyoroti kejanggalan pada pelat kendaraan yang digunakan.

“Wonogiri kok mobilnya Lampung?” ujarnya.

Fery pun menjelaskan, “Iya, dapatnya dari Lampung. Bawa kunyitnya dari Lampung, cuma mobil plat Lampung.”

Ia mengaku truk tersebut adalah miliknya sendiri, namun belum dimutasi karena terkendala biaya.

Mendengar hal itu, Dedi tampak terkejut. “Hah? Kan ganti nomor enggak bayar,” katanya.

Fery menjawab, “Kan buat cabut berkas.”

Dedi kembali menegaskan pengalamannya terkait proses tersebut. “Cabut berkas di Jabar sih sudah, perasaan enggak bayar kita. Kalau berapa sih memang cabut berkas di sana?” tanyanya.

“Mahal, sampai 10 lah,” ungkap Fery.

Mendengar angka tersebut, Dedi langsung menanggapinya dengan serius. Ia bahkan meminta Toro untuk mematikan mesin mobil agar percakapan lebih fokus.

“Cabut berkas Rp10 juta? Yang benar?” tanya Dedi memastikan.

“Iya, Pak. Ngurus-ngurusnya itu,” jawab Fery.

Dedi pun segera menghubungi timnya untuk memastikan informasi tersebut. “Ngurusnya gimana? Sebentar saya tanyakan. Ambil HP, tanyakan cabut berkas di kita berapa,” perintahnya.

Ia kembali memastikan kepada Fery, “Masa sampai Rp10 juta?”

“Iya, Pak. Makanya enggak saya balikin, Pak. Nunggu pemutihan dulu lah,” ujar Fery.

Dedi menegaskan kembali kebijakan yang ia ketahui. “Nanti saya cek. Kalau saya sih instruksinya kalau pindah kabupaten, pindah provinsi, ganti nomor enggak bayar,” katanya.

Fery pun menimpali, “Kalau sampai ke saya mah sekitar segitu, Pak.”

Dedi kemudian menyoroti dampak dari kondisi tersebut. “Jadi pelaksanaannya begitu. Jadi akhirnya nomornya di luar terus. Tapi kan yang rugi jadi pemerintah daerahnya. Ya kan, mobilnya ngaspal di sini, bayarnya sana,” ujarnya.

Untuk memastikan, Dedi sempat menelepon rekannya. “Pak Asep, kalau mutasi nomor dari Lampung ke Jawa Barat bayar enggak?” tanyanya.

Setelah mendapat jawaban, Dedi pun menyampaikan kepastian kepada Fery. “Khusus di Jawa Barat enggak bayar. Pindah saja Jawa Barat nomornya,” katanya sambil bercanda.


Dedi Mulyadi bantu warga Jawa Tengah saat bertemu di pinggir jalan tol Subang. (Sumber: YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL)

Fery pun menanggapi santai, “Susah lagi dong nanti kalau KIR-nya, Pak.”

Dedi tertawa, “Wah, susah lagi KIR-nya.”

Tak hanya berhenti di situ, perhatian Dedi kemudian beralih kepada Toro, yang diketahui merupakan penyandang tuna wicara. 

Dengan bahasa isyarat, Toro menceritakan bahwa ia bekerja untuk membantu keluarga, termasuk memberi uang jajan Rp200 ribu kepada adiknya yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP.

Mendengar hal itu, Dedi langsung tersentuh. Ia mengeluarkan uang tunai dari sakunya dan berkata, “Nanti kasihkan ke adiknya buat bekal sekolah, nih kasihkan.”

Bahkan setelah meminta Toro menghitung uang tersebut, Dedi kembali menambahkan jumlahnya. Ia juga sempat mengajak Toro bermain tebak-tebakan terkait identitasnya.

“Coba, namanya siapa? Kenal enggak?” tanya Dedi.

Toro sempat kesulitan mengingat, hingga akhirnya dibantu Fery mencari akun media sosial Dedi. Setelah berhasil, Dedi pun menepati janjinya.

“Kalau bisa ketik namanya siapa, nambah lagi Rp500 ribu,” kata Dedi sebelumnya.

“Nih ada, betul kan? Tambah lagi Rp500 ribu,” ujarnya sambil memberikan uang tambahan.

Kebaikan Dedi tak berhenti pada Toro. Ia kemudian mengajak Fery mendekat ke mobilnya dan memberikan bantuan untuk mengurus mutasi kendaraan.

“Ini, isi mobilnya pindahkan, segera mutasi,” kata Dedi.

Fery yang terkejut pun bertanya, “Gimana maksudnya, Pak?”

“Ini saya kasih dari saya, mutasiin mobilnya. Kalau di Jabar saya urus. Enggak usah keluar uang. Ambil saja,” tegas Dedi.

Fery sempat ragu menerima bantuan tersebut. “Enggak berani saya, Pak,” katanya.

Namun Dedi meyakinkan, “Enggak apa-apa. Rezeki untuk mutasi mobil. Karena sampai kapan pun enggak bisa mobilnya mutasi. Ya sudah, ini ketemu saya, dia bawa rezeki.”

Masih tak percaya, Fery berkata, “Pak, saya mimpi enggak sih?”


Dedi Mulyadi bantu sopir truk asal Wonogiri Jawa Tengah. (Sumber: YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL)

“Lah, enggak mimpi. Nanti pulang dari sini, hari Senin langsung proses mobilnya dimutasikan,” jawab Dedi.

“Beneran nih, Pak?” tanya Fery lagi.

“Oh, beneran. Masa saya bohong,” tegas Dedi.

Fery pun tak kuasa menahan haru dan berulang kali mengucapkan terima kasih, bahkan bersimpuh sebagai bentuk rasa syukur atas bantuan yang diterimanya.

Melalui kejadian ini, Dedi Mulyadi kembali menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga aksi nyata. Tanpa memandang latar belakang, ia hadir langsung membantu masyarakat yang membutuhkan, bahkan hingga memberikan solusi konkret atas persoalan mereka.

(anf)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:01
01:37
02:12
03:18
08:28
02:19

Viral