- Instagram Dedi Mulyadi
Dipanggil Dedi Mulyadi, Pria yang Kritik Pelayanan Samsat Soekarno Hatta Sampaikan Saran Pembayaran PKB
tvOnenews.com - Dedi Mulyadi memanggil Lantang, seorang warga yang viral karena melontarkan kritik lantang terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), untuk berdialog langsung. Pertemuan ini diunggah melalui akun Instagram resmi Dedi Mulyadi pada 8 April 2026.
Seorang pria yang viral itu mengeluhkan sulitnya membayar pajak tanpa KTP asli pemilik lama. Ia menjelaskan kendala di lapangan, khususnya di Samsat Soekarno-Hatta Bandung, di mana petugas masih mewajibkan KTP asli pemilik lama meskipun ada instruksi kemudahan layanan.
Buntut dari video viral tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi menonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Ida Hamidah, karena dianggap melanggar instruksi layanan pajak tanpa KTP.
Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi bertanya kepada Lantang, "Ini saya sudah bertemu ni sama, namanya siapa?" Diketahui pemuda itu bernama Lantang.
Dedi Mulyadi kemudian menyampaikan, "Lantang menyampaikan pembayaran tanpa KTP pemilik awal pada faktanya belum bisa berjalan sesuai harapan. Akhirnya Lantang ngomong di media sosial, betul kan."
Setelah persoalan itu selesai, Dedi Mulyadi menanyakan harapan Lantang ke depan.
Lantang menjawab, "Harapannya lebih dipermudah lagi, Pak, proses semua di Samsat, mulai dari pajak tahunan, lima tahunan, mutasi, itu, Pak. Dan semoga semuanya bisa online, Pak."
Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi mengatakan, "Iya harus, kalau saya pengen online, mutasi uang di bank aja cepat, ganti kartu ATM cepat, ngambil uang di bank tidak mesti bawa bukunya, kan cukup bawa ATM-nya."
Ia menambahkan, "Bank aja yang tingkat keamanannya sangat tinggi banget mudah. Pemerintah masa kita ngurus gini aja lama dan susah."
Dedi Mulyadi menegaskan, "Orang mau bayar pajak tuh dimudahin, bukan disulitin, betul nggak?" Lantang pun menjawab, "Betul, Pak."
Dedi Mulyadi menutup dialog dengan ucapan terima kasih, "Ini harapan saya, ya. Terima kasih nih sudah memberikan kritik pada Pemprov Jabar."
Tak hanya soal pajak, pertemuan itu juga membahas motor Byson milik Lantang tahun 2013.
Dedi Mulyadi mengatakan, "Dan yang paling menarik adalah motor Byson tahun berapa?" Lantang menjawab, "2013. Dulu beli Rp7,5 juta."