- Tangkapan layar YouTube GubSherly
Momen Gubernur Malut Sherly Tjoanda Gendong Anak Stunting Viral, Tawarkan Segera Dirawat: Dia Harus Normal!
Halmahera Timur, tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos menggendong seorang anak berusia tiga tahun mengalami stunting. Momen itu pun viral di media sosial.
Momen ini bermula saat Sherly Tjoanda sedang meninjau langsung hasil program peningkatan kualitas rumah swadaya, terutama di Desa Pulopapo, Kabupaten Halmahera Timur pada Sabtu (4/4/2026).
Di tengah kunjungan itu, Sherly Tjoanda dikabarkan bahwa ada seorang anak gadis stunting. Ia pun langsung menyambangi anak tersebut saat digendong oleh ibunya.
"Mana stunting? Udah 3 tahun, benar Pak Kadis?," tanya Sherly Tjoanda dilansir tvOnenews.com dari Instagram pribadinya, Kamis (9/4/2026).
Momen Sherly Tjoanda Gendong Anak Stunting
- Tangkapan layar YouTube GubSherly
Lebih lanjut, Sherly Tjoanda dikabarkan bahwa, anak stunting tersebut tidak bisa jalan sejak dari lahir. Hal ini membuat ia semakin penasaran.
Sherly Tjoanda pun bertanya kepada ibunya. Ia memastikan anak gadis berusia 3 tahun itu dikasih ASI sebagai kebutuhan untuk pertumbuhannya.
"Ibu nggak kasih ASI? Bisa lihat nggak?," tanya Sherly lagi.
Kata sang ibu, anak berusia 3 tahun bukanlah anak kandungnya, melainkan anak angkat.
Gubernur Malut itu langsung menggendong anak tersebut. Ia kembali bertanya apakah anak gadis itu bisa melihat.
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan hingga perkembangan anak. Penyebabnya akibat kekurangan gizi kronis serta mengalami infeksi berulang.
Tanda-tanda anak mengalami stunting bisa dilihat dari ukuran panjang atau tinggi badannya. Kebanyakan tinggi badan mereka berada di bawah standar kurva pertumbuhan WHO.
Meski begitu, kata ibunya, anak gadis tersebut masih bisa melihat. Hanya saja tidak dapat berbicara layaknya anak-anak yang normal.
Tak hanya itu, sang ibu ditanya oleh Sherly Tjoanda terkait kebutuhan makannya. Ia memastikan bahwa sang anak masih bisa makan.
"Nggak bisa (bicara). Tapi, makan bisa," ungkap ibu dari anak stunting tersebut.
Sherly Tjoanda Ingin Anak Stunting Dirawat
Lebih lanjut, Sherly tanpa berpikir panjang menawarkan kepada ibunya. Ia berharap agar anak tersebut segera ditangani di RSUD dr. H. Chasan Boesoirie di Ternate, Malut.
Ia mempunyai alasan agar anak berusia 3 tahun itu harus dirawat di rumah sakit. Ia berkaca dari kondisi anak lainnya yang menunjukkan tanda-tanda sembuh dari stunting.
"Kemarin ada yang stunting juga. Akhirnya dari yang nggak bisa bicara, nggak bisa lihat, kini sudah bisa lihat," tuturnya.
Ia tidak menyangka anak gadis tersebut harus mengalami stunting selama tiga tahun. Mau tak mau, kata dia, anak itu harus ditangani secepatnya.
Namun demikian, Sherly mengabarkan bahwa, proses penyembuhan gangguan ini membutuhkan waktu yang lama. Setidaknya harus diinfus selama 3-6 bulan.
Sherly memastikan sang ibu mengizinkan anak tersebut dirawat setidaknya di Wisma. Ia tidak menginginkan anak-anak di Malut, terutama di Halmahera Timur mengalami kekurangan gizi.
"Kapan mau dibawa? Tapi dia harus tinggal lama beberapa bulan. Dia harus diinfus lama di wisma," jelasnya.
Ia bertanya pekerjaan dilakukan oleh ibunya. Jika tidak bekerja, ia menawarkan agar orang tuanya bisa tinggal atau ditempatkan di Sentra Wasana Bahagia, Ternate, Malut.
"Nanti Ibu tinggal di wisma. Nanti makan apa semua kita tanggung. Nanti anaknya harus besar, ada gizi, bisa bicara baru Ibu balik," terangnya.
Sang ibu yang tidak masih ragu akhirnya menerima tawaran tersebut. Ia memastikan seluruh kebutuhan makan dan minum ditanggung pemerintah.
Sherly pun menugaskan jajarannya untuk mengawal proses penyembuhannya. Ia berharap agar anak tersebut kembali normal.
"Nanti lapor ke saya," perintah Sherly.
(hap)