news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemprov Jabar Cium Dugaan Pungli di Samsat Bandung, Ada Keluhan Tarif Rp 700 Ribu jadi Sorotan Dedi Mulyadi.
Sumber :
  • YouTube Dedi Mulyadi official

Trending: Warga Jabar Serbu Akun Samsat, Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Sopir Angkot, KDM Mendadak Minta Maaf

Kabar soal Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendominasi perhatian publik. Mulai dari penonaktifan pejabat Samsat hingga permintaan maaf KDM, ini rangkumannya.
Jumat, 10 April 2026 - 06:44 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kabar soal Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali mendominasi perhatian publik.

Mulai dari penonaktifan pejabat Samsat, rencana besar menghadirkan angkot listrik tanpa DP, hingga permintaan maaf yang tak biasa, semuanya menyatu menjadi rangkaian peristiwa yang membuat sosok KDM kian disorot.

Berikut rangkuman lengkapnya:

1. Usai Kepala Samsat Soekarno Hatta Dinonaktifkan KDM, Warga Jabar Berbondong-bondong Serbu Medsos 

Kang Dedi Mulyadi (KDM) Gubernur Jawa Barat
Sumber :
  • YouTube

Keputusan Dedi Mulyadi menonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta menjadi pemantik perhatian publik.

Kebijakan ini diambil setelah viralnya keluhan seorang warga yang tidak mendapatkan pelayanan saat hendak membayar pajak kendaraan bermotor.

Kasus tersebut bermula dari video seorang kreator konten yang mengaku ditolak karena tidak membawa KTP pemilik lama kendaraan.

Padahal, aturan terbaru dari Bapenda Jawa Barat telah memperbolehkan pembayaran pajak tanpa harus melampirkan identitas pemilik pertama.

Melihat adanya dugaan pelanggaran terhadap kebijakan tersebut, Dedi Mulyadi langsung bergerak cepat.

Ia menilai pelayanan publik harus selaras dengan aturan yang sudah ditetapkan, apalagi jika tujuannya untuk memudahkan masyarakat.

Langkah tegas itu pun langsung berlaku sejak 8 April 2026, setelah proses penelusuran dilakukan sejak malam sebelumnya.

Tak butuh waktu lama, akun media sosial resmi Samsat pun langsung diserbu warganet. Kolom komentar dipenuhi kritik pedas, sindiran, hingga dukungan terhadap keputusan sang gubernur.

Beberapa komentar bahkan menyentil keras soal pelayanan yang dianggap tidak mengikuti arahan pimpinan. 

2. Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Kang Dedi Mulyadi sama Ki Ruspan
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com /YouTube Dedi Mulyadi Official

Di tengah polemik pelayanan publik, Dedi Mulyadi juga membawa kabar yang jauh lebih segar, khususnya bagi para sopir angkot di Jawa Barat.

Saat melakukan blusukan, ia bertemu dengan seorang sopir angkot berusia 76 tahun bernama Ruspan yang masih bekerja dengan penghasilan terbatas.

Kisah ini menjadi titik balik munculnya gagasan besar dari KDM.

Ia mengungkapkan tengah merancang program kredit angkot listrik tanpa uang muka (DP), yang akan bekerja sama dengan Bank BJB.

Program ini ditujukan agar para sopir bisa memiliki kendaraan yang lebih layak, modern, dan ramah lingkungan.

Tak hanya itu, angkot listrik tersebut nantinya akan dimodifikasi agar lebih nyaman dan menarik, terutama bagi pelajar yang selama ini mulai meninggalkan transportasi umum tersebut.

Dedi Mulyadi pun menegaskan bahwa program ini masih dalam tahap penyusunan dan akan ditawarkan ke beberapa daerah untuk menjadi pelopor.

3. Dedi Mulyadi Mendadak Sampaikan Permohonan Maaf ke Warga Jawa Barat: Saya Mah Gubernur Sableng

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Di sisi lain, Dedi Mulyadi juga membuat publik terkejut lewat unggahan di media sosial pribadinya. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada warga Jawa Barat, khususnya kalangan akademisi.

Namun yang menarik, dalam pernyataannya ia justru menyebut dirinya sebagai “gubernur sableng” karena merasa mengurusi banyak hal secara langsung.

Permintaan maaf tersebut berkaitan dengan aktivitas sidak yang kerap ia lakukan ke sekolah-sekolah.

Dalam sidak itu, Dedi tak hanya mengecek kondisi, tetapi juga berdialog langsung dengan guru dan pihak sekolah.

Alih-alih menuai kritik, pernyataan tersebut justru disambut positif oleh masyarakat.

Banyak warganet yang menilai gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kondisi di lapangan.

Sidak yang dilakukan dianggap mampu membuka fakta sebenarnya sekaligus menjadi solusi langsung bagi berbagai permasalahan di dunia pendidikan. (asl)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:39
06:50
07:02
10:03
00:42
00:45

Viral