- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
Ketiban Rejeki Nomplok, Dedi Mulyadi Tiba-tiba Beli Motor Pria yang Dipersulit Bayar Pajak
tvOnenews.com - Aksi tak terduga kembali ditunjukkan Dedi Mulyadi dalam merespons keluhan warga.
Kali ini, seorang pria bernama Lantang mendadak mendapat rezeki nomplok setelah motornya dibeli langsung oleh sang gubernur usai mengalami kesulitan saat mengurus pajak kendaraan.
Kisah ini bermula dari video viral di media sosial yang memperlihatkan Lantang mencoba memperpanjang pajak kendaraan tanpa membawa KTP pemilik pertama.
Ia sengaja melakukan hal tersebut untuk membuktikan kebijakan yang sebelumnya telah diumumkan oleh Gubernur Jawa Barat, bahwa pembayaran pajak tahunan kendaraan bisa dilakukan tanpa KTP pemilik lama.
Namun, realita di lapangan justru berbeda. Lantang mengaku dipersulit oleh petugas di Samsat.
Dalam video tersebut, ia menjelaskan bahwa meskipun proses tetap bisa dilakukan, ada syarat tambahan yang dianggap memberatkan.
Petugas menyampaikan bahwa STNK akan diberi tanda khusus dan pada tahun berikutnya wajib dilakukan balik nama kendaraan.
Bahkan, Lantang juga diminta membuat surat pernyataan bahwa ia akan melakukan balik nama pada tahun depan.
“Ternyata nggak bisa guys. Walaupun bisa, cuman satu kali. Tahun depan saya wajib balik nama motornya,” ujar Lantang dalam video yang kemudian viral.
- Instagram Dedi Mulyadi
Keluhan tersebut langsung mendapat perhatian dari Dedi Mulyadi. Ia menilai apa yang dilakukan Lantang sebagai bentuk pengujian nyata terhadap kebijakan yang telah dibuat pemerintah daerah.
Dedi pun mengapresiasi langkah tersebut dan menyebutnya sebagai “investigasi” yang membantu mengungkap kondisi pelayanan di lapangan.
Ia mengakui bahwa masih ada petugas yang belum menjalankan kebijakan dengan baik.
Sebagai bentuk respons tegas, Dedi langsung melakukan penelusuran internal.
Hasilnya, ia memutuskan untuk menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada akang yang sudah melakukan investigasi. Informasi ini langsung kami tindak lanjuti dan hari ini Kepala Samsat Soekarno-Hatta kami nonaktifkan sementara,” ujar Dedi Mulyadi melalui media sosialnya.
Tak hanya berhenti pada kebijakan administratif, Dedi juga memilih turun langsung menemui Lantang.
Dalam pertemuan tersebut, terjadi momen yang tak terduga sekaligus mengundang perhatian publik.
Dedi menawarkan untuk membeli motor milik Lantang, yakni Yamaha Byson tahun 2013 berwarna biru dengan kondisi masih sangat baik.
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
Motor tersebut bahkan disebut memiliki kilometer rendah dan masih dalam kondisi original.
Dalam percakapan santai, Lantang mengaku sebenarnya ingin menjual motor tersebut di kisaran harga Rp8 juta, meskipun sebelumnya sempat ada penawaran hingga Rp9,5 juta.
Namun, Dedi justru memberikan penawaran yang lebih tinggi.
“Saya beli Rp10 juta deh. Buat di sini anak-anak dampingin saya,” ujar Dedi Mulyadi.
Tanpa ragu, Lantang langsung menyetujui tawaran tersebut. Ia bahkan mengaku mendapatkan keuntungan lebih dari yang ia harapkan sebelumnya.
Transaksi tersebut berlangsung hangat, disaksikan oleh beberapa orang di lokasi. Dedi juga memastikan kondisi motor serta kelengkapan dokumen seperti BPKB sebelum menyelesaikan pembelian.
Setelah motornya terjual, Lantang mengungkapkan rencananya untuk membeli motor lain, yakni Honda Win, yang sudah lama ia incar.
Ia bahkan sempat berdiskusi dengan Dedi mengenai karakteristik motor tersebut, termasuk kelemahan pada bagian rantai.
Momen ini pun langsung viral dan menuai beragam reaksi dari warganet.
Banyak yang mengapresiasi langkah sang gubernur yang tidak hanya memberikan solusi kebijakan, tetapi juga pendekatan langsung kepada masyarakat. (adk)